Pedagang antusias dan menawarkan dagangannya kepada Bupati Kudus Sam’ani.
Kedatangan Sam’ani berbelanja, yang dibelinya sayuran, ikan, cabe dan aneka minuman.
Tindakan bupati tersebut, memberi contoh untuk program barunya yakni Gerakan ASN berbelanja ke pasar tradisional.
”Ini langkah sederhana namun bermakna untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar tradisional,” kata Bupati Kudus Sam’ani.
Ia juga berbincang santai dengan para pedagang sambil membeli sayur, buah, dan bahan pokok lainnya.
Sambil menerangkan ke pedagang bahwa aksinya tersebut merupakan ajakan belanja di pasar tradisional.
“Hari ini (kemarin, Red) kami belanja ke pasar Kaliputu, biar teman-teman pedagang dan UMKM semakin berdaya. Hasil belanja kali ini akan kami kirim ke panti asuhan. Semoga bermanfaat dan barokah. Ayo, belanja ke pasar tradisional, minimal Rp 50 ribu. ASN usai menerima tambahan penghasilan pegawai (TPP) belanja ke pasar, masak ya senilai Rp 50 ribu merasa berat dan tidak mampu,” ucapnya.
Gerakan ini digalakkan di seluruh lingkungan Pemkab Kudus, terutama setiap hari Jumat atau setelah ASN menerima TPP.
ASN dianjurkan menyisihkan minimal Rp50 ribu untuk berbelanja di pasar tradisional.
Kegiatan belanja ini bisa dilaksanakan setelah olahraga Jumat pagi atau sepulang kerja.
Hasil belanjaan bisa dibawa pulang untuk keluarga atau disalurkan kepada yang membutuhkan.
Gerakan ASN belanja ke pasar tradisional juga menjadi bentuk empati pemerintah terhadap kondisi pedagang pasar tradisional yang sempat mengeluhkan sepinya pembeli.
Bupati Sam’ani menegaskan, pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran resmi agar seluruh ASN di Kudus ikut berpartisipasi.
“Saya ingin ASN tidak hanya bekerja di balik meja, tapi juga hadir di tengah masyarakat. Dengan belanja di pasar tradisional, kita bantu ekonomi rakyat,” imbuhnya. (san)
Editor : Ali Mustofa