Kejadiannya diperkirakan pukul 06.00. Sejumlah warga setempat dan relawan kerja bakti melakukan evakuasi material longsor.
Camat Gebog Fariq Mustofa mengatakan, setiap musim hujan Desa Rahtawu dan Desa Menawan, Gebog, langganan longsor.
Di Desa Rahtawu ada dua rumah warga yang berada di dekat area longsor itu. Yakni rumah Mugiri di Dukuh Kambangan, RT 1/RW 6, tapi tidak mengalami kerusakan.
Satu lagi, rumah dari Kurdi di Dukuh Kambangan RT 1/RW 5 mengalami sedikit kerusakan di bagian dapur. ”Bagian tembok dapur belakang rusak terkena longsoran. Kerugian diperkirakan Rp 5 juta," ujarnya.
Proses evakuasi hanya dilakukan dengan tenaga manusia. Warga setempat saling bahu membahu untuk membersihkan longsoran tersebut. Alat berat tidak memungkinkan, karena akses jalan yang sempit.
”Evakuasi dilakukan dengan perlahan, mengingat material longsor yang cukup banyak dan tenaga yang terbatas. Serta hujan angin yang melanda sepanjang hari (kemarin, Red) menghambat proses evakuasi,” ujarnya.
Sementara itu, Dukuh Tumpuk, RT 3/RW 3, Desa Rahtawu, juga terjadi longsor kemarin. Namun, longsornya tidak begitu parah. Hanya berada di pinggir jalan dan tidak ada korban jiwa.
Warga dan relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi pada 09.00. ”Tingkatkatkan kewaspadaan masyarakat, kesiapan dari warga dan relawan. Kekompakan untuk mengatasi bencana lebih awal," ujarnya.
Sementara itu, hujan disertai angin kencang juga mengakibatkan bangunan rumah milik Nikmah, warga Dukuh Blolo, Desa Karangampel, RT2 RW 2, Kaliwungu, Kudus, roboh.
Kejadiannya sekitar pukul 07.00. Diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 50-60 juta. ”Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Jelang Imlek, Kue Keranjang di Kudus Banjir Pesanan hingga Tembus Pasar Jakarta
Pemilik rumah menyadari ketika atapnya mau roboh dan segera lari keluar rumah," ujar Alex Puryanto, ketua RW 2, Desa Karangampel, Kaliwungu, Kudus.
Alex menambahkan, upaya antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dengan melakukan perimbasan pohon-pohon yang terlalu rindang. Membersihkan selokan dan jangan membuang sampah di sungai agar tidak terjadi banjir.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan pohon setinggi 12 meter tumbang di RT 2/RW 8, Desa Besito, Gebog, kemarin pukul 04.00. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.
Kepala Desa Besito Nor Cholis menjelaskan, pohon yang tumbang menimpa tiga kandang kambing milik warga menyebabkan kerusakan parah.
Meski demikian, lima ekor kambing di dalam kandang selamat. Selain itu, saluran pipa air PDAM yang berada di bawah pohon juga mengalami kerusakan.
Sementara satu tiang listrik di lokasi kejadian patah akibat tertimpa batang pohon.
Warga setempat bersama relawan dari Kencana, Destana, serta aparat Polsek Gebog mengevakuasi sejak pukul 09.00 hingga pukul 15.00. (dik/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma