KUDUS – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang ada di Desa Bakapalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, tak terawat.
Padahal, masih ada sekitar 100 penghuni yang menempati tiga blok rusunawa tersebut.
Ada empat blok rusunawa, satu blok berisi sekitar 90 kamar.
Tiga blok masih ada penghuni, sedangkan satu blok bekas untuk tempat karantina Covid-19 masih kosong, tidak ada yang berminta menyewa di blok tersebut.
Salah satu penghuni Rusunawa di Kudus Agus Wahyu Subagyo menerangkan, sarpras rusunawa banyak yang tidak layak.
Kecuali listrik dan air tergolong masih aman dan lancar. Namun, beberapa fasilitas lainnya kebanyakan sudah rusak.
Seperti, besi-besi tralis, pagar yang jebol hingga saat ini belum dibenahi. Agus mengaku, sudah menjadi penghuni rusunawa sudah 12 tahun.
Menurutnya, jika dibandingkan dari awal bangunan rusunawa memang perawatannya jauh tidak seperti dulu.
Untuk sewa Rusunawa memang masih bisa terkangkau.
Tergantung lantai, yakni lantai V sewanya Rp 130 ribu per bulan, kemudian turun lantai IV sewa Rp 145 ribu, lantai III Rp 160 ribu, lantai II sewa Rp 170 ribu, paling bawah lantai I karena aksesnya mudah harga sewa sekitar Rp 200 ribu per bulan.
”Paling bawah memang mahal sebab akses paling mudah dan diperuntukkan untuk manula dan penyandang cacat,” jelasnya.
Ia berharap perawatan tetap dilakukan.
Contohnya pagar pembatas yang ada dilantai atas itu kondisi besinya sudah rapuh, kemudian penguat yang menempel di tembok itu lepas, sehingga membahayakan anak-anak.
”Hampir tiap lantai itu rusak pagar pembatasannya. Itu kalau ada anak-anak bermain bisa berbahaya dan menyebabkan jatuh. Saya sudah beberapa kali mengajukan perawatan untuk pagar pembatas,” jelasnya.
Meski fasilitas minim, namun Agus masih bertahan untuk tinggal di rusunawa.
Sebab, sewa murah ketimbang kontrak rumah yang sekarang ini harganya cenderung mahal. Lebih untuk menghemat.
Untuk sistem sewa awal selama tiga bulan sebagai jaminan. Namun, setelahnya pembayarannya per bulan.
Harapan Agus, pagar pembatas diselasar bisa diperbaiki agar anak-anak bisa aman.
Ditempat terpisah, kepala Dinas PKPLH Abdul Halil menjelaskan, memang saat ini anggaran untuk perawatan rusunawa terbatas dan minim.
Namun, diupayakan untuk fasilitas yang utama seperti air dan listrik jangan sampai tersendat.
”Ya memang kondisi rusunawa saat ini tidak baik-baik saja. Kami berusaha untuk tetap ada peliharaan dan perawatan,” ungkapnya. (san/him)
Editor : Ali Mustofa