Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Makin Parah! Kondisi Terkini Banjir di Kudus Imbas Dua Tanggul Jebol, Warga Belum Mengungsi

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 14 Maret 2024 | 19:11 WIB
KONDISI: Banjir di Kecamatan Mejobo Kudus Kamis (14/3).
KONDISI: Banjir di Kecamatan Mejobo Kudus Kamis (14/3).

KUDUS - Akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Kudus sejak kemarin, Rabu (13/3) sejumlah wilayah terendam banjir.

Salah satunya terjadi di Kecamatan Mejobo, Kudus yang sering dilanda banjir.

Hal itu dikomfirmasi Camat Mejobo, Zaenuri.

Ia menyatakan banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi.

Banjir di kawasan Kecamatan Mejobo terjadi sejak Rabu (13/3).

Ia menyebut banjir kali ini juga disebabkan adanya dua tanggul yang jebol.

Yakni tanggul di Sungai Piji dan Sungai Dawe.

Sementara wilayah yang terdampak di Desa Tenggeles dan Desa Golantepus.

”Desa yang terdampak banjir di Kecamatan Mejobo ada tujuh. Lokasinya di Desa Tenggeles, Kesambi, Golantepus, Temulus, Mejobo, Payaman, dan Gulang,” katanya.

Zaenuri menambahkan, ketinggian air yang menggenang di rumah warga setinggi 10-50 sentimeter.

Jumlah warga yang terdampak ada ribuan jiwa. Ada juga wilayah warga di Desa Kesambi ada beberapa yang sudah surut.

Zaenuri menyebut meski banjir semakin tinggi, namun saat ini belum ada warga yang mengungsi.

Namun apabila kondisi semakin parah warga yang terdampak banjir akan mengungsi.

Posko pengungsian yang disediakan di balai desa setempat dipastikan sudah siap.

Sementara, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, banjir nampak menggenangi perempatan Mejobo, turut Desa Mejobo.

Diketahui, air itu berasal dari limpasan Sungai Dawe yang kemudian menggenangi jalan hingga 30-50 sentimeter.

Akibatnya, warga atau pengendara terpaksa harus menerobos jalan yang tergenang oleh air tersebut.

Bahkan mereka yang nekat menerobos, sebagian kendaraannya mengalami macet.

Menurut salah seorang warga Desa Mejobo, Junaedi mengatakan, perempatan Mejobo tersebut sering menjadi langganan banjir.

Biasanya banjir terjadi pada bulan Desember.

Namun, pada Desember lalu belum terjadi banjir.

”Banjir mulai datang Rabu pukul 21.00 WIB. Biasanya Desember sudah banjir, ini ternyata telat baru Maret,” ungkapnya.

Sementara itu, dia juga meminta pengendara motor untuk berhati-hati saat melintas perempatan Mejobo.

Apabila kurang piawai dalam mengendarai sepeda motor makan mesin akan mati.

”Banyak yang melintas di sini macet, kalau gasnya ga stabil. Genangan yang paling dalam di depan Pasar Brayung,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Kudus terakhir terdapat lima desa yang terendam banjir.

Diantaranya, Desa Jati Wetan, Jati Lor, Jetis Kapuan, Tanjungkarang, dan Pasuruan Lor. 

Hal itu diungkapkan Camat Jati Fiza Akbar.

Ia mengatakan, sementara ini terdapat 20 jiwa dari 6 KK yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan.

Pihaknya bersama dengan tim gabungan bencana dalam proses evakuasi ke rumah warga terdampak banjir.

"Kondisi air di pemukiman warga terus meningkat. Kami masih fokus evakuasi warga terlebih dahulu. Setelah itu kami siapkan dapur umum, " katanya kemarin.

Menurutnya, kondisi banjir terparah berada di Desa Jati Wetan, yang berada di Dukuh Tanggulangin, Barisan, dan Gendok. Kemudian di Desa Jetis Kapuan yang merendam wilayah tiga RW.

Total dari masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Jati, Kudus berkisar 6.800 jiwa. 

"Ketinggian air di permukiman warga kurang lebih 30-60 sentimeter, bahkan lebih di wilayah terdalam 70 sentimeter, " terangnya. 

Ia menyebut, banjir yang merendam rumah-rumah warga disebabkan curah hujan tinggi.

Sehingga membuat sungai tidak mampu menampung banyaknya air. 

Kecamatan Jati merupakan wilayah terendah di Kabupaten Kudus.

Apabila musim hujan, warga langganan terkena banjir. 

"Terutama di wilayah Desa Jati Wetan secara geografis paling rendah, yang juga terkena limpasan dari daratan tinggi Muria, " jelasnya.

Melihat banjir yang melebar, pihaknya masih melakukan penjaringan data dengan melibatkan stakeholder membantu proses evakuasi warga.(gal/khim).

Editor : Dzikrina Abdillah
#Sungai dawe #banjir #kondisi #Kudus #Mejobo