Mengenal Teh Chamomile dan 5 Manfaatnya bagi Kesehatan

Salma Fitriani • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 12:46 WIB
Secangkir teh chamomile hangat yang disajikan bersama bunga chamomile kering dan bunga segar.
Secangkir teh chamomile hangat yang disajikan bersama bunga chamomile kering dan bunga segar.

KUDUS – Teh chamomile menjadi salah satu minuman herbal yang cukup populer karena aroma bunganya yang khas dan rasanya yang ringan.

Minuman ini kerap dikonsumsi untuk menemani waktu bersantai, terutama pada malam hari sebelum tidur.

Berbeda dengan teh pada umumnya yang berasal dari daun tanaman Camellia sinensis, teh chamomile dibuat dari bunga tanaman chamomile yang telah dikeringkan.

Bunga tersebut kemudian diseduh menggunakan air panas hingga menghasilkan minuman berwarna kekuningan dengan aroma lembut.

Chamomile merupakan tanaman berbunga dari keluarga Asteraceae.

Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah, terutama untuk membantu mengatasi keluhan ringan dan memberikan efek menenangkan.

Salah satu hal yang membuat teh chamomile berbeda dari teh hijau maupun teh hitam adalah kandungan kafeinnya.

Chamomile secara alami tidak mengandung kafein sehingga dapat menjadi alternatif minuman bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi kafein.

Di balik bentuk bunganya yang sederhana, chamomile mengandung sejumlah senyawa alami, seperti flavonoid, apigenin, dan komponen minyak atsiri.

Kandungan tersebut menjadi perhatian dalam berbagai penelitian karena memiliki potensi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Tidak hanya dikenal sebagai minuman untuk bersantai, teh chamomile juga memiliki sejumlah potensi manfaat bagi tubuh.

Berikut lima manfaat teh chamomile yang menarik untuk diketahui.

1. Membantu Tubuh Lebih Rileks

Setelah menjalani aktivitas sepanjang hari, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Menikmati secangkir teh chamomile hangat dapat menjadi salah satu pilihan untuk menemani waktu bersantai.

Kandungan apigenin di dalam bunga chamomile diketahui dapat berinteraksi dengan reseptor tertentu di otak yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf.

Interaksi tersebut diduga berkontribusi terhadap efek menenangkan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi chamomile dalam membantu mengurangi gejala kecemasan.

Namun, bukti yang tersedia masih terbatas sehingga belum dapat digunakan sebagai dasar pengobatan gangguan kecemasan.

2. Berpotensi Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

Teh chamomile cukup dikenal sebagai minuman yang dikonsumsi menjelang tidur.

Salah satu alasannya karena chamomile tidak mengandung kafein secara alami sehingga tidak memberikan efek stimulasi seperti kopi atau teh berkafein.

Kandungan apigenin dalam bunga chamomile diduga berperan dalam memberikan efek menenangkan.

Senyawa ini dapat berinteraksi dengan reseptor tertentu di otak yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf.

Aroma lembut dan sensasi hangat dari teh chamomile juga dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi sebelum tidur.

Meski demikian, minuman herbal ini belum terbukti dapat mengatasi insomnia secara langsung.

Kualitas tidur tetap perlu dijaga melalui kebiasaan tidur yang teratur dan lingkungan istirahat yang nyaman.

Baca Juga: Sering Minum Es Teh Manis Setiap Hari? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

3. Mengandung Antioksidan untuk Melindungi Sel Tubuh

Bunga chamomile menyimpan sejumlah senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan.

Salah satunya adalah flavonoid, termasuk apigenin.

Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Radikal bebas dapat terbentuk secara alami melalui proses metabolisme maupun berasal dari paparan lingkungan, seperti polusi udara dan asap rokok.

Ketika jumlah radikal bebas berlebihan, tubuh dapat mengalami stres oksidatif yang berpotensi merusak sel.

Kandungan antioksidan dalam chamomile menjadi salah satu alasan tanaman herbal ini banyak diteliti.

4. Secara Tradisional Digunakan untuk Menjaga Kenyamanan Pencernaan

Selain dikonsumsi sebelum tidur, chamomile juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi keluhan pencernaan ringan.

Beberapa senyawa dalam bunga chamomile, termasuk flavonoid dan komponen minyak atsiri, diteliti karena memiliki potensi aktivitas antispasmodik.

Aktivitas tersebut berkaitan dengan kemungkinan membantu mengurangi kontraksi otot tertentu.

Penggunaan chamomile secara tradisional dikaitkan dengan keluhan seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Namun, bukti klinis yang secara khusus membuktikan efektivitas teh chamomile untuk mengatasi gangguan pencernaan masih terbatas.

5. Berpotensi Membantu Mengurangi Peradangan

Manfaat lain yang menarik dari chamomile adalah kandungan senyawa alaminya yang memiliki aktivitas antiinflamasi.

Apigenin dan beberapa flavonoid lainnya diketahui memiliki potensi dalam memengaruhi proses peradangan di dalam tubuh.

Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat memengaruhi mekanisme biologis yang berkaitan dengan respons peradangan.

Meski demikian, sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan.

Belum cukup bukti untuk memastikan bahwa minum teh chamomile dapat mengatasi peradangan atau penyakit tertentu pada manusia.

Baca Juga: 3 Manfaat Minum Teh bagi Perempuan yang Jarang Disadari

Cara Menyeduh Teh Chamomile dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Teh chamomile cukup mudah disajikan di rumah.

Bunga chamomile kering dapat dimasukkan ke dalam cangkir, kemudian diseduh menggunakan air panas selama sekitar 5-10 menit.

Setelah itu, seduhan dapat disaring sebelum diminum.

Takaran bunga chamomile dapat disesuaikan dengan selera dan petunjuk penyajian pada kemasan produk.

Untuk menjaga asupan gula tetap terkendali, teh chamomile dapat dinikmati tanpa tambahan gula maupun pemanis berlebihan.

Meski berasal dari tanaman herbal, konsumsi chamomile tetap perlu diperhatikan.

Orang yang memiliki alergi terhadap tanaman sekeluarga dengan chamomile, seperti bunga aster dan krisan, berisiko mengalami reaksi alergi.

Chamomile juga berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu, termasuk obat pengencer darah dan obat penenang.

Ibu hamil, ibu menyusui, serta orang yang sedang menjalani pengobatan rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya secara teratur.

Dengan aroma yang khas, rasa ringan, dan kandungan senyawa alami di dalamnya, teh chamomile dapat menjadi alternatif minuman herbal tanpa kafein untuk menemani waktu bersantai.

Namun, berbagai potensi manfaatnya tetap perlu dipahami secara bijak karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Editor : Ali Mustofa
Teh Herbal minuman sehat kesehatan manfaat teh teh chamomile