
KUDUS – Mi instan menjadi salah satu makanan praktis yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Cara penyajiannya yang mudah, harga terjangkau, serta beragam pilihan rasa membuat makanan ini sering menjadi pilihan ketika tidak sempat memasak.
Meski praktis dan mengenyangkan, kebiasaan mengonsumsi mi instan terlalu sering perlu diperhatikan.
Terlebih jika makanan tersebut dijadikan menu utama tanpa diimbangi asupan bergizi lainnya.
Mi instan umumnya mengandung karbohidrat, lemak, dan natrium.
Sementara itu, kandungan serat serta beberapa zat gizi lain relatif terbatas.
Jika terlalu sering dikonsumsi sebagai pengganti makanan bergizi seimbang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan.
Berikut tujuh dampak yang perlu diwaspadai akibat terlalu sering makan mi instan.
1. Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari mi instan adalah kandungan natriumnya.



