
KUDUS – Kebiasaan menghabiskan waktu sendiri atau menyendiri semakin sering dijumpai dalam kehidupan anak muda.
Sebagian memilih menghabiskan waktu di kamar, mendengarkan musik, menonton film, membaca buku, atau sekadar menikmati waktu tanpa banyak berinteraksi dengan orang lain.
Kebiasaan tersebut terkadang dianggap sebagai sikap antisosial atau tidak suka bergaul.
Padahal, tidak semua orang yang memilih menyendiri sedang menghindari lingkungan sosial.
Ada kalanya seseorang hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah berinteraksi dengan banyak orang.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan istilah social battery atau energi sosial.
Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kapasitas seseorang dalam melakukan interaksi sosial sebelum merasa lelah dan membutuhkan waktu sendiri.
Lantas, mengapa anak muda bisa merasa cepat kehabisan energi sosial?
1. Terlalu Banyak Interaksi Sosial
Bertemu banyak orang, mengikuti kegiatan kampus, bekerja dalam kelompok, hingga menghadiri acara tertentu membutuhkan energi tersendiri.



