RADAR KUDUS – Keseleo atau salah urat sering terjadi saat tubuh bergerak tiba-tiba, terpeleset, atau mengangkat beban berlebihan.
Rasa nyeri yang muncul bisa membuat aktivitas terganggu, bahkan menimbulkan bengkak pada bagian tubuh tertentu.
Dalam tradisi masyarakat, selain pengobatan medis, terdapat pula ikhtiar yang dipadukan dengan doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.
Berikut amalan yang dipercaya dapat membantu meredakan salah urat atau terkilir.
Ikhtiar Penyembuhan dengan Doa dan Usaha
Dalam menghadapi rasa sakit, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Ikhtiar lahir dan batin diyakini berjalan beriringan agar kesembuhan segera diberikan.
Salah satu cara yang kerap diamalkan adalah menggunakan jeruk bumbu sebagai media pengobatan tradisional.
Membaca Al-Fatihah Sebagai Doa Kesembuhan
Langkah pertama yang dilakukan adalah membelah jeruk bumbu menjadi dua bagian.
Setelah itu, bacakan surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali pada jeruk tersebut.
Setiap kali selesai membaca Al-Fatihah, hembuskan atau tiupkan perlahan ke arah jeruk.
Amalan ini dilakukan dengan penuh keyakinan dan harapan agar Allah SWT memberikan kesembuhan.
Cara Penggunaan pada Bagian yang Terkilir
Setelah bacaan selesai, peras jeruk hingga mengeluarkan airnya.
Air perasan tersebut kemudian dioleskan pada bagian tubuh yang mengalami salah urat atau terkilir sambil dipijat perlahan.
Pijatan dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah rasa sakit.
Insya Allah, dengan usaha dan doa yang tulus, rasa nyeri berangsur berkurang dan tubuh kembali pulih.
Menggabungkan Ikhtiar Lahir dan Batin
Amalan ini mengingatkan bahwa kesembuhan berasal dari Allah SWT, sementara manusia diwajibkan berusaha.
Pengobatan sederhana yang disertai doa menjadi bentuk kepasrahan sekaligus harapan agar penyakit segera diangkat.
Tetap diingat, jika kondisi tidak membaik atau semakin parah, pemeriksaan medis tetap dianjurkan agar penanganan lebih tepat.
Ikhtiar terbaik adalah menggabungkan usaha, doa, dan kesabaran dalam menghadapi ujian kesehatan. (top)
Editor : Ali Mustofa