RADAR KUDUS - Kebiasaan langsung meraih dan menggulir ponsel (dikenal sebagai doomscrolling) sesaat setelah bangun tidur ternyata tidak hanya memicu stres, tetapi juga menyimpan risiko serius bagi kesehatan jantung.
Para dokter jantung kini secara tegas memperingatkan agar masyarakat menghentikan kebiasaan berselancar di dunia maya—mulai dari melihat video reels hingga membalas pesan panjang—dalam jam pertama setelah mata terbuka.
Ahli bedah kardiotoraks dari Southern California Surgical, Alexandra Kharazi, menyoroti hubungan erat antara aktivitas doomscrolling dengan peningkatan tingkat stres.
Baca Juga: Pusing Ketika Bangun Tidur? Jangan Remehkan, Bisa Jadi Anda Sakit Ini!
"Ini bukan hanya tentang hormon stres. Ini tentang seperti apa kebiasaan itu dilakukan," terang Dr. Kharazi, seperti dilansir dari People pada Rabu (11/6/2025).
Lantas, mengapa para ahli sangat melarang doomscrolling di pagi hari, dan apa hubungannya dengan kesehatan jantung? Berikut adalah tiga alasan utama yang diungkapkan para ahli jantung:
1. Melewatkan Momen Emas untuk Aktivitas Pelindung Jantung
Ahli jantung Melody Kharazi menjelaskan bahwa waktu pagi hari yang berharga sering terbuang hanya karena terpaku pada layar ponsel. Waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk kegiatan bermanfaat seperti menyiapkan sarapan sehat, bermeditasi, berolahraga ringan, atau sekadar mengobrol dengan orang terdekat justru hilang.
"Alih-alih menyiapkan kopi atau mengajak jalan-jalan, kita malah terpaku pada layar dan kehilangan momen berharga di pagi hari," jelas Dr. Kharazi. Padahal, aktivitas pagi yang terstruktur dan ringan sangat mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.
2. Memicu Stres Berlebih dan Kenaikan Tekanan Darah
Paul Bhella, seorang ahli jantung dan profesor dari Burnett School of Medicine di Texas, AS, menyebut doomscrolling sebagai pemicu stres yang dapat berdampak serius pada tekanan darah dan kondisi jantung secara keseluruhan.
"Membaca berita buruk atau melihat unggahan orang lain yang terlihat ‘sempurna’ bisa memperburuk suasana hati dan menambah beban pikiran,” kata Dr. Bhella. Ia menekankan bahwa stres, baik jangka pendek maupun kronis, telah terbukti meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung.
3. Mendorong Tubuh Menjadi Pasif dan Kurang Bergerak
Ahli jantung asal California, Cheng-Han Chen, menyoroti bahwa kebiasaan doomscrolling secara otomatis membuat tubuh menjadi lebih pasif. Kebiasaan duduk diam terlalu lama, terutama di pagi hari, dapat memicu berbagai masalah metabolik yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Masalah metabolik ini meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, hingga diabetes tipe 2.
Alternatif Sehat: Para ahli menyarankan agar pagi hari dimanfaatkan untuk bergerak ringan di bawah sinar matahari, seperti jalan kaki, yoga, atau lari kecil, alih-alih berdiam diri sambil menatap layar.
Penggunaan Bijak untuk Dampak Positif
Meskipun risiko doomscrolling cukup tinggi, Dr. Chen menambahkan bahwa media sosial tetap dapat memberikan dampak positif asalkan digunakan secara sadar dan terkontrol.
"Jangan gunakan ponsel saat pagi hari, sebelum tidur, atau saat makan. Jadwalkan penggunaannya dan batasi waktu layar Anda," sarannya.
Dengan penggunaan yang bijak, internet bahkan dapat menjadi sarana edukasi kesehatan yang bermanfaat dan membangun dukungan sosial, khususnya bagi penyintas penyakit jantung. "Komunitas daring dapat bermanfaat mendukung penyintas kondisi jantung tertentu," tutupnya. (*)
Editor : Ali Mustofa