RADAR KUDUS - Komika Babe Cabita meninggal dunia hari ini, Selasa (9/4) pagi.
Babe Cabita meninggal di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kabar duka tersebut terungkap melalui unggahan Instagram Oki Rengga Winata @okirengga33.
"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raaji'un Telah meninggal Anak, Adik, Suami, Ayah Kami, Priya Prayogha Pratama Bin Irsyad Tanjung (Babe Cabita) Hari ini 9 April 2024 Pukul 06.38 WIB di RS Mayapada Lebak Bulus Jakarta Selatan." tulisnya.
"Mohon dimaafkan segala khilaf dan Salah. Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wa'fu'anhu," imbuhnya.
Sayangnya ia tidak menyebutkan penyebabnya meninggalnya Babe Cabita.
Namun diketahui, Babe mengidap penyakit anemia aplastik pada 2023.
Penyakit itu pertama kali terungkap setelah Babe mengunggah foto dirinya yang tengah dirawat di rumah sakit.
Mulanya, ia didiagnosis terserang demam berdarah dengue (DBD).
Namun, hasil pemeriksaan darah membuat dokter curiga karena kondisi yang juga tak membaik.
Penyakit Anemia Aplastik yang diderita Bebe Cabita disebut adalah penyakit langka.
Hal itu diungkapkan Bebe di beberapa podcast belakangan ini.
Pengertian Anemia Aplastik
Anemia aplastik adalah kondisi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang cukup.
Penyakit ini menyebabkan jumlah salah satu atau semua jenis sel darah merah menurun.
Anemia aplastik bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang usia awal 20 tahunan dan lansia.
Gejala awal anemia aplastik adalah mudah lelah, kulit pucat, sesak napas, hingga pusing.
Penderita kondisi ini juga rentan terkena infeksi karena kekurangan leukosit atau sel darah putih (leukopenia).
Dalam kondisi ini, sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.
Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba, atau bisa datang perlahan dan memburuk seiring waktu.
Gejalanya bisa ringan atau berat.
Perawatan yang bisa pengidap lakukan termasuk obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sel induk, atau juga dikenal sebagai transplantasi sumsum tulang.
Penyebab Anemia Aplastik
Terdapat dua jenis anemia aplastik, yaitu anemia aplastik yang muncul di umur tertentu (acquired aplastic anemia) dan anemia aplastik yang telah seseorang miliki sejak lahir (inherited aplastic anemia).
Anemia aplastik karena sebab genetik biasanya terjadi karena kerusakan gen pada anak.
Beberapa penyakit keturunan yang dapat menimbulkan anemia aplastik, antara lain:
Kelainan ini biasanya terjadi pada anak-anak atau ketika usia muda.
Sedangkan, anemia aplastik yang muncul di umur tertentu biasanya terjadi pada orang dewasa.
Penyakit ini merupakan tipe anemia aplastik terbanyak dan biasanya terkait dengan kelainan yang mengganggu sistem imun (penyakit autoimun), seperti:
Pada beberapa kasus anemia aplastik, sifat penyakitnya adalah idiopatik yang berarti penyebabnya tidak dokter ketahui.
Gejala Anemia Aplastik
Keluhan yang timbul pada pengidap aplastik dapat berbeda-beda pada setiap pengidapnya tergantung pada jenis sel darah apa yang mengalami defisiensi.
Pada kondisi defisiensi sel darah merah, keluhan dapat berupa, mudah mengantuk, lemas, merasa lemah, pucat, pusing atau nyeri kepala, sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar-debar.
Selain itu, pengidap anemia aplastik dapat mengalami gejala berikut (saat dalam keadaan defisit sel darah putih) seperti demamudah sakit atau mengalami infeksi berulang.
Editor : Dzikrina Abdillah