JEPARA – Sebelum proses buka dan ganti luwur di kompleks Makam Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin Mantingan pada Rabu (9/4) lebih dulu dipersembahkan pertunjukan sendratari di kompleks Pendapa Kartini Jepara.
Ribuan warga bersama keluarga masing-masing tumplek blek dan berbondong-bondong memadati halaman pendapa bahkan jauh sebelum pukul 14.30.
Kesemuanya tak ingin melewatkan agenda tahunan utamanya pertunjukan sendratari yang menggabungkan seni tari, drama, dan seni tersebut.
Dalam prosesnya juga dimeriahkan oleh keberadaan lakon Ratu Kalinyamat.
Dalam acara tersebut ditampilkan dialog kekeratonan. Membawakan pesan-pesan mengenai sikap pemimpin yang harus adil dan berkomitmen untuk membawa rakyatnya kepada kemajuan.
Percakapan yang dilangsungkan amat filosofis lantaran menggunakan kiasan-kiasan alam.
Di antaranya, pemimpin harus menjadi seperti matahari ataupun bulan yang memberi sumber kehidupan dan meneduhkan.
Kirab tersebut dimulai dari depan Pendapa Kabupaten Jepara hingga Tugu Kartini.
Bupati beserta Forkopimda dan rombongan turut mengikuti dengan berjalan kaki.
Sesekali mereka menyapa warga yang tengah menonton kirab. Kemudian berlanjut menuju Kompleks Masjid dan Makam Mantingan sekitar pukul 15.45.
Prosesi buka luwur Makam Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin Mantingan dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar pada Rabu (9/4) sore.
Sebelum proses buka luwur, pada siang harinya dilakukan pembacaan Alquran serta doa Khotmil Quran di Kompleks Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan.
Hal tersebut dibacakan oleh 20 hafiz dan hafizah.
Pada pukul 16.00 rombongan Bupati beserta segenap jajaran pimpinan daerah dan Forkopimda sampai di depan Gapura Kompleks Astana Mantingan.
Kedatangan para rombongan diantarkan oleh pasukan bregodo hingga depan Masjid Mantingan.
Dilakukan proses atur kinurmatan (penghormatan) oleh KRA Bambang Setiawan Adiningrat selaku Ketua Pakasa Cabang Jepara ataupun Pembina Yayasan Praja Hadipuran Manunggal Sukodono beserta para pasukan bregodo.
Pasukan bregodo sendiri menjadi simbol prajurit yang membawa senjata berupa tombak, pedang, keris, ataupun perlengkapan kirab kekeratonan.
Selain itu ada juga diiringi musik khas keraton dan tabuhan terbang telon.
Luwur sendiri dibawa oleh Camat Tahunan Nuril Abdillah dan Petinggi Desa Mantingan Mohammad Syafi'i dan diserahkan kepada Bupati Wiwit –sapaan akrab Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Hajar-sapaan akrab Ibnu Hajar.
Sesampainya di kompleks makam rombongan Bupati menempatkan diri, duduk bersila dengan setara.
Kesemuanya lebih dulu melakukan pembacaan tahlil dan doa pada pukul 16.45. Tahlil dibawakan secara ringkas dan khidmat.
Kemudian prosesi utama yaitu buka luwur dipimpin langsung oleh Bupati Wiwit beserta Wabup Hajar.
Dimulai dari Makam Ratu Kalinyamat yang berada di sisi kiri bangunan inti. Disambung dengan makam Sultan Hadlirin yang berada di sebelahnya.
Tak hanya kedua makam pimpinan tersebut, juga dilakukan proses buka dan ganti luwur.
Setelah proses buka dan penggantian luwur di kompleks makam inti, juga dilakukan proses penggantian luwur Makam Raden Abdul Jalil yang juga dikenal sebagai Sunan Jepara.
Semua proses buka dan ganti luwur selesai dilaksanakan pada pukul 17.30. Lalu rombongan kembali ke depan Masjid Mantingan untuk dilakukan atur kinurmatan penutup.
Pada saat ini juga dilakukan pasrah pusaka terhadap Bupati Wiwit dan Wakil Bupati Hajar sebagai pemimpin masyarakat Jepara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan syukurnya kepada Sang Pencipta karena acara buka luwur berjalan lancar tanpa kurang suatu hal apapun.
"Alhamdulillah rangkaian buka luwur pada hari ini (kemarin, Red) berjalan lancar. Dari pendapa pukul 14.30 dan selesai pukul 17.30 dengan selamat dan sukses," ungkapnya.
Wakil Bupati Jepara, M Ibnu Hajar menambahkan harapan bahwa di bawah kepemimpinan Mas Wiwit pihaknya berkomitmen untuk dapat menjadikan Jepara yang makmur, lestari dan religius.
"Harapan kami on the way (OTW) Jepara Mulus dapat terealisasi dalam waktu cepat," ringkasnya.
Setelah acara buka luwur tersebut, hari ini juga dilangsungkan upacara peringatan hari jadi Kabupaten Jepara ke-476.
Dikatakan bahwa akan dilakukan syukuran kecil-kecilan sebagai rasa terima kasih terhadap segenap pihak karena telah berkenan membangun daerah secara saksama.(fik/zen)
Editor : Ali Mustofa