JEPARA – Ada 15 kapal serta perahu milik nelayan Jepara Utara yang rusak setelah banjir menerjang kawasan Pantai Bayuran, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara.
Diketahui banjir menerjang kawasan Pantai Bayuran hari ini, Sabtu (9/3).
Bahkan dilaporkan 10 kapal diantaranya rusak fatal.
Akibat banjir yang menerjang pantai Bayuran, kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 600 juta.
Hal itu diungkapkan perwakilan Forum Nelayan (FORNEL) Jepara Utara, Zaini.
Ia mengungkapkan, banjir diperkirakan mulai menerjang pinggiran pantai sekitar pukul 2 pagi.
Saat para nelayan ingin memeriksa kondisi kapalnya, semua kapal yang terparkir sudah tenggelam.
Sementara itu, selain luapan air laut yang semakin melimpah, di lokasi, gelombang laut dan angin cukup tinggi.
Tampak deretan kapal itu ada kapal yang terbalik, miring, dan nyaris hanyut dalam banjir.
Kemungkinan perlu perbaikan besar atau bahkan sejumlah komponennya sulit dimanfaatkan lagi.
“Anginnya sedang kencang dan saat kami lihat, gelombangnya tinggi sekali. Ternyata kapal kapal dan perahu kami ikut rusak dan tenggelam karena banjir,” jelas Zaini.
Hal serupa diungkapkan Priyo, kelompok nelayan Jepara Utara.
Ia mengatakan para nelayan ikut merugi atas musibah ini.
Padahal, belum lama ini, para nelayan sudah tidak melaut karena musim atau cuaca.
“15 perahu dan kapal setum rusak dan tenggelam,” ungkapnya.
Sementara, Kalak BPBD Arwin Noor Setyawan mengungkapkan pihaknya melakukan pantauan ketat atas bencana yang terjadi di seluruh wilayah Jepara.
Saat ini status bencana Jepara masih aman terkendali dan berstatus transisi darurat—pemulihan.
“Untuk status kebancanaan per tgl 1 maret sdh kami turunkan menjadi status transisi dari tanggap ke transisi darurat – pemulihan. Terkait peningkatan status menjadi tanggap darurat lagi, masih kami kaji." jelas Arwin.
"Sementara kondisi di seluruh wilayah dalam pantauan ketat kami. Beberapa sungai yang jebol atau debit air melimpas, masih dalam kondisi terkendali dan belum memerlukan pengungsian,” imbuhnya.(nib).
Editor : Dzikrina Abdillah