Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tolak Permohonan Terdakwa, Hakim Vonis Pembacok Teman hingga Tewas di Kembang Jepara 12 Tahun Penjara

Nibros Hassani • Jumat, 28 Juli 2023 | 17:36 WIB
PUTUSAN: Majelis Hakim membacakan vonis dalam sidang pembacaan putusan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Jepara kemarin.
PUTUSAN: Majelis Hakim membacakan vonis dalam sidang pembacaan putusan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Jepara kemarin.

 

JEPARA - Majelis hakim menghukum terdakwa pembacok teman di Desa Balong, Kembang dengan 12 tahun kurungan.

Hukuman itu sama dengan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Majelis Hakim menolak keringanan yang diajukan oleh terdakwa.

Sebelumnya, warga Jepara sempat digegerkan oleh pembunuhan yang terjadi di Desa Balong, Kembang pada sekitar Februari lalu (28/2).

Adalah Muhammad Arip yang tega membacok temannya sendiri karena tidak terima diejek.

Arip yang ketika itu dipengaruhi minuman keras sempat berkelahi dengan korban.

Keduanya bahkan berduel pada dini hari saat semua orang sedang tertidur.

Korban yang merupakan teman kecil Arip langsung tewas bersimbah darah setelah dibacok.

Arip ditangkap oleh kepolisian kurang dari 24 jam (28/2) dan menjalani hukuman kurungan, mulai 1 Maret 2023.

Saat itu pihak keluarga korban meminta proses hukum dapat berjalan dan terdakwa dapat dihukum seadil-adilnya.

Sidang Arip mencapai babak akhir kemarin pada pembacaan putusan (27/7) setelah sebelumnya sempat ditunda dua pekan.

Sidang terselenggara hybrid dengan menghadirkan jaksa penuntut umum, terdakwa dan penasihat hukum melalui zoom.

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Parlin Mangatas Bona Tua, bersama Hakim Anggota Muhammad Yusup Sembiring, dan Joko Ciptanto itu memutuskan Arip dijatuhi hukuman 12 tahun kurungan.

“Dalam fakta hukum di persidangan Arip terbukti merampas nyawa orang lain dan belum ada perdamaian antara keluarga dan terdakwa,” kata Hakim Ketua dalam pembacaan putusan.

Majelis Hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum untuk memberikan hukuman kurungan kepada Arip, yakni 12 tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani.

Majelis Hakim juga memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa untuk memikirkan vonis tersebut. (nib/war)

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #persidangan #jepara #hakim #hukuman