Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tekankan Peran Mahasiswa, Bukan Penonton, Tapi Penggerak Perubahan

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 17 April 2026 | 17:50 WIB
Ahmad Luthfi Wefie bersama mahasiswa, ajak mahasiswa turun lapangan, kolaborasi untuk pembangunan Jateng
Ahmad Luthfi Wefie bersama mahasiswa, ajak mahasiswa turun lapangan, kolaborasi untuk pembangunan Jateng

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, butuh keterlibatan para mahasiswa dalam upaya bersama-sama menjalankan pembangunan di wilayahnya. 

Hal itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat, 17 April 2026.

Ia menekankan, tantangan pembangunan Jawa Tengah tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurutnya, pendekatan yang diperlukan adalah kolaborasi lintas sektor melalui konsep collaborative government (pemerintahan kolaboratif).

“Kita bukan superman. Kita harus membentuk super team. Seluruh komponen harus terlibat, dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, sampai masyarakat,” ujar Luthfi yang merupakan alumni sekaligus Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Jateng.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi DPRD dan Pemda untuk Percepat Pembangunan

Karenanya, Luthfi meminta kepada para mahasiswa terlibat aktif dalam pembangunan maupun penyelesaian problem kemasyarakatan. Menurutnya, pergerakan mahasiswa harus hadir dalam perubahan nyata, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan.

“Jangan hanya menonton suatu perubahan, tetapi kita harus merubah yang ada di Provinsi Jawa Tengah,” kata Luthfi

Ia mencontohkan, penanganan bencana yang kerap terjadi di Jawa Tengah, juga butuh kehadiran langsung para mahasiswa.  Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi ukuran nyata sebuah pergerakan.

“Kalau tidak terlibat, Anda hanya menonton perubahan. Pergerakan itu harus hadir di tengah masyarakat,” kata Luthfi.

Ia bahkan mendorong kader PMII untuk turun langsung ke lokasi bencana sebagai bagian dari kontribusi sosial, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.

“Semakin kotor Anda bersama kami di lapangan, semakin berhasil pergerakan itu,” ujarnya disambut riuh ratusan peserta PMII Jateng.

Luthfi menegaskan, pembangunan Jawa Tengah hanya bisa berhasil jika seluruh elemen bergerak bersama. Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

“Rumah Gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang kapan saja,” ucapnya. 

 Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII, Fathan Subkhi menyatakan, usia PMII yang telah mencapai 66 tahun menuntut kontribusi nyata dari kader dan alumni.

“PMII sudah cukup dewasa. Maka kita harus bicara tentang kontribusi, peran, dan partisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara,” kata Fathan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII Jateng, Musahadi  menyebut, momentum halal bihalal dan harlah ini sebagai ruang konsolidasi kekuatan alumni dan kader untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah.

“Ini adalah konsolidasi kekuatan, guyub, sinergi, dan kolaborasi. Potensi alumni kita besar dan harus dimaksimalkan untuk kemanfaatan masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#ahmad luthfi mahasiswa jateng #peran mahasiswa pembangunan jawa tengah #kolaborasi pemerintah mahasiswa #pmii jateng harlah 66 #pembangunan jawa tengah kolaboratif