Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pabrik Wong Hang Pemalang Beroperasi Lagi, 1.500 Tenaga Kerja Terserap

Redaksi Radar Kudus • Minggu, 21 Desember 2025 - 04:49 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri peresmian operasional pabrik hasil revitalisasi di Pemalang, Jumat (19/12).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri peresmian operasional pabrik hasil revitalisasi di Pemalang, Jumat (19/12).

PEMALANG – Aktivitas produksi kembali menggeliat di kawasan industri Jalan Lingkar Luar Pemalang, Jumat (19/12/2025).

Setelah nyaris satu setengah tahun tidak beroperasi, pabrik garmen PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment resmi kembali menjalankan kegiatan produksi.

Kebangkitan pabrik tersebut turut membuka kembali lapangan pekerjaan bagi sekitar 1.500 orang.

Baca Juga: Dua Inovasi Pemprov Jateng Tembus Nasional, Raih Penghargaan Kemen PAN-RB

Sejumlah pekerja lama yang sebelumnya terdampak penutupan pabrik kini kembali memperoleh penghasilan.

Peresmian operasional pabrik hasil revitalisasi itu dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Pemerintah daerah menilai beroperasinya kembali pabrik ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor industri padat karya dan ekonomi masyarakat sekitar.

Bagi Dewi, salah satu pekerja lama, momen ini memiliki arti mendalam. Ia tak lupa saat gerbang pabrik mendadak ditutup pada 29 Februari 2024 tanpa kejelasan nasib pekerja.

“Kami sempat dikumpulkan dan diberi arahan oleh HRD. Setelah itu hanya bisa menunggu tanpa kepastian,” kenangnya.

Selama hampir 18 bulan, Dewi bertahan hidup dengan berbagai pekerjaan serabutan. Ketika pabrik kembali dibuka, ia merasa memperoleh peluang baru untuk menata hidup.

Baca Juga: Komisi Informasi Publik Apresiasi Komitmen Pemprov Jateng dalam Akses Informasi

“Alhamdulillah sekarang bisa kerja lagi. Semoga pabriknya terus berjalan supaya kami punya penghasilan tetap,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan Nurul, pekerja lain yang menjadi tulang punggung keluarga.

Selama pabrik berhenti beroperasi, ia melakukan berbagai pekerjaan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang sudah terima gaji lagi, rasanya lebih tenang,” katanya.

Direktur PT Akarsa Garment, Alfindra Almandra, menjelaskan bahwa perusahaan sempat mengalami kepailitan pada 2024.

Baca Juga: Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Setelah melalui proses perbaikan dan penataan ulang, operasional kembali dijalankan dengan dukungan sekitar 900 unit mesin produksi.

“Saat ini tenaga kerja yang terserap mencapai 1.500 orang. Produk yang dihasilkan berupa penutup kepala atau balaklava,” jelasnya.

Perwakilan manajemen lainnya, Steven Wongso, menambahkan bahwa komposisi pekerja terdiri atas tenaga lama dan baru.

Ia menegaskan seluruh hak normatif karyawan telah dipenuhi, termasuk kepesertaan jaminan sosial.

“Kami pastikan BPJS dan kewajiban ketenagakerjaan lainnya sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakapolri Dedi Prasetyo menekankan pentingnya peran pekerja sebagai penopang utama perekonomian nasional. Ia menegaskan dukungan Polri terhadap terciptanya hubungan industrial yang sehat.

“Keselamatan kerja dan keharmonisan hubungan industrial harus dijaga agar roda produksi berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah provinsi berkomitmen menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Jateng Bangun 10 Embung pada 2025

“Tidak ada ruang bagi premanisme. Pemerintah menjamin kepastian hukum dan kemudahan perizinan melalui layanan satu pintu,” katanya.

Ia menambahkan, beroperasinya kembali pabrik tersebut sejalan dengan strategi penguatan industri padat karya yang didukung pendidikan vokasi dan balai latihan kerja.

“Serapan tenaga kerja Jawa Tengah saat ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa,” ujarnya.

Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp 66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 326 ribu orang.

Capaian tersebut menegaskan peran penting sektor industri sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Bagi pekerja seperti Dewi dan Nurul, kembalinya aktivitas pabrik menjadi simbol harapan untuk masa depan yang lebih pasti. (*)

Editor : Ali Mustofa
#pemprov jateng #gubernur jateng #Ahmad Luthfi #perusahaan #pemalang #Garment