Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Pujian Manusia, Ini Sumber Ketenangan yang Sebenarnya

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi manusia bermuka dua (Shutterstock/Elnur)
Ilustrasi manusia bermuka dua (Shutterstock/Elnur)

Advertisement

RADAR KUDUS – Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, manusia sering merasa harus terus terlihat.

Pengakuan, pujian, dan validasi seolah menjadi mata uang baru yang diperebutkan setiap hari.

Namun, di balik semua itu, banyak hati tetap merasa kosong.

Advertisement

Sebab, kebahagiaan sejati tidak pernah lahir dari sorotan manusia, melainkan dari kedekatan dengan Sang Pencipta.

Dunia yang Sibuk Mencari Pengakuan

Hari ini, ukuran kebahagiaan kerap diukur dari jumlah apresiasi yang diterima. Banyak orang merasa tenang ketika dipuji, tetapi gelisah ketika dilupakan.

Advertisement

Padahal, pujian manusia bersifat sementara. Ia datang dan pergi tanpa jaminan.

Ketika hati menggantungkan kebahagiaan pada makhluk, maka kegelisahan akan mudah datang.

Namun, saat hati bergantung pada Allah semata, ketenangan menjadi sesuatu yang menetap.

Ketenangan tidak lahir dari sorotan dunia, melainkan dari hubungan yang kuat antara hamba dan Rabb-nya.

Advertisement

Artikel Terkait

Semakin Banyak Keinginan, Semakin Dekat dengan Penderitaan? Ini Penjelasannya

Semakin Banyak Keinginan, Semakin Dekat dengan Penderitaan? Ini Penjelasannya

Keinginan yang tidak terkendali ibarat api kecil yang terus diberi bahan bakar. Ia tidak pernah benar-benar padam, justru semakin membesar dan menghanguskan ketenangan hati.

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Doa menjadi bahasa universal jiwa manusia ketika menghadapi rasa takut, harapan, penyesalan, hingga rasa syukur.

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas bukan berarti menjauh dari kehidupan sosial. Justru kita tetap hidup berdampingan, berbuat baik, menghormati, dan menjaga hubungan dengan sesama. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer