Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Menikmati Banyak Nikmat, Tapi Sudahkah Mengenal Sang Pemberi?

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi sedekah (freepik)
Ilustrasi sedekah (freepik)

Advertisement

RADAR KUDUS – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menikmati berbagai kemudahan tanpa banyak bertanya dari mana semua itu berasal.

Padahal, setiap kenikmatan sejatinya mengandung pesan agar manusia kembali mengingat Sang Pemberi.

Filosofi sederhana tentang “tuan rumah” dapat menjadi cermin yang menampar kesadaran kita.

Advertisement

Bayangkan seseorang menghadiri sebuah pesta besar. Ia duduk di kursi nyaman, menikmati hidangan lezat, dan merasakan sambutan hangat. 

Secara naluri, ia tentu ingin mengetahui siapa pemilik rumah yang menyambut para tamu dengan begitu baik.

Hanya anak kecil yang larut dalam makanan tanpa peduli siapa tuan rumahnya.

Advertisement

Orang dewasa akan merasa perlu mengenal dan berterima kasih kepada pemilik hajatan tersebut.

Filosofi sederhana ini sejatinya menggambarkan kehidupan manusia di dunia.

Manusia dan Nikmat yang Terlupakan

Di dunia nyata, manusia menghirup udara gratis setiap detik, merasakan kesehatan, mendapatkan rezeki, serta menikmati keluarga dan kehidupan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Karena Hidup Sulit, Tapi Karena Kita Terlalu Memaksa

Bukan Karena Hidup Sulit, Tapi Karena Kita Terlalu Memaksa

Dalam gambaran hidup yang ideal, manusia tidak terlalu sibuk memikirkan “ingin menjadi apa” atau “ingin memiliki apa”.

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

Pada hakikatnya, kebutuhan dunia sangat ditentukan oleh keinginan manusia. Ketika keinginan kecil, kebutuhan terasa sederhana. Namun saat keinginan membesar, kebutuhan pun ikut membengkak.

Jika Paham Ayat Ini, Cara Pandangmu tentang Uang Akan Berubah Total

Jika Paham Ayat Ini, Cara Pandangmu tentang Uang Akan Berubah Total

Dunia bukan untuk ditinggalkan, tetapi juga bukan untuk diprioritaskan berlebihan. Ia hanyalah alat untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer