Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hanyut di Sungai Getas Kendal, Seluruh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Meninggal Akhirnya Ditemukan, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Ali Mustofa • Kamis, 6 November 2025 | 21:31 WIB
Pencarian panjang mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Getas, Kecamatan Singorojo, akhirnya berakhir.
Pencarian panjang mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Getas, Kecamatan Singorojo, akhirnya berakhir.

RADAR KUDUS — Upaya pencarian mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang terseret arus Sungai Getas, Kecamatan Singorojo, akhirnya mencapai titik akhir.

Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti, ditemukan pada Rabu (5/11/2025) malam sekitar pukul 21.50 WIB oleh warga yang melakukan penyisiran di wilayah Desa Banyuringin, Singorojo.

Asep Sayidi, petugas BPBD Kendal, membenarkan penemuan tersebut.
“Betul, korban terakhir berhasil ditemukan. Kondisinya perempuan, berada di sekitar jembatan Mblanten,” ungkapnya.

Baca Juga: Empat Kebaikan Ini Bisa Bikin Hidupmu Lebih Tenang dan Bermakna!

Jasad Nabila ditemukan di Kedung Jinotro, sisi tepi sungai yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Warga bersama tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah sebelum dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk proses pemeriksaan medis.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar turut hadir dan memantau langsung proses evakuasi di lokasi penemuan.

Kronologi Kejadian

Musibah terjadi pada Selasa (4/11/2025) sore, ketika enam mahasiswa KKN UIN Walisongo sedang beraktivitas di sekitar Sungai Getas, Desa Purwosari.

Hujan deras di kawasan pegunungan membuat debit air meningkat tajam, menyebabkan arus tiba-tiba meluap dan menyeret keenam mahasiswa tersebut.

Sejak saat itu, pencarian besar-besaran dilakukan gabungan BPBD Kendal, Basarnas, Polres Kendal, relawan, dan warga setempat.

Cuaca buruk sempat menghambat operasi, namun penyisiran terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan di sepanjang aliran sungai menuju wilayah Banyuringin.

Daftar Mahasiswa yang Ditemukan

  1. Bima Aditya Pratama, ditemukan pertama kali tak jauh dari lokasi awal.

  2. Irfan Maulana, ditemukan di sekitar titik kejadian.

  3. Lailatul Fajriyah, ditemukan di dekat Bendung Jembatan Singorojo.

  4. Siti Aisyah, ditemukan lebih ke hilir dalam kondisi meninggal dunia.

  5. Naufal Rizqi, ditemukan Rabu (5/11) siang oleh tim pencari.

  6. Nabila Yulian Dessi Pramesti, ditemukan pada malam harinya di sekitar Jembatan Mblanten.

Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk identifikasi lanjutan sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kepala BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan setelah korban terakhir ditemukan.

“Semua korban sudah berhasil ditemukan. Kami mengapresiasi seluruh pihak, baik relawan maupun warga, yang ikut membantu,” ujarnya.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar menambahkan bahwa pengawasan di titik-titik rawan Sungai Getas tetap dilakukan demi keselamatan warga.

Duka Mendalam dan Respons Kampus

Peristiwa ini meninggalkan luka bagi dunia pendidikan. Enam mahasiswa yang tengah mengabdikan diri melalui kegiatan KKN justru berpulang saat menjalankan tugas.

UIN Walisongo Semarang menggelar sholat ghaib dan doa bersama di kampus I, II, dan III sebagai bentuk penghormatan untuk para korban.

Kepala Biro AUPK, Akhmad Fauzin, menuturkan bahwa seluruh mahasiswa serta dosen diimbau turut mendoakan.

“Kami mengajak civitas akademika untuk melaksanakan sholat ghaib, baik berjamaah maupun sendiri, memohon kemudahan dalam pencarian korban,” ujarnya pada Rabu (5/11/2025).

Baca Juga: Hidup Bermakna dengan Menebar Kebaikan di Setiap Langkah

Kampus juga meminta seluruh kegiatan belajar mengajar dibuka dengan doa untuk para korban.

Sebagai langkah lanjutan, posko KKN di wilayah Getas dihentikan sementara, dan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian akan mendapatkan pendampingan psikologis.

“Mahasiswa di posko terdampak akan kami damping oleh psikolog,” jelas Akhmad.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta KKN telah terdaftar dalam program asuransi.

“Ahli waris dari mahasiswa yang meninggal akan memperoleh hak sesuai ketentuan. Semua peserta KKN sudah diasuransikan,” ungkapnya.

Akhmad juga memberikan perkembangan terbaru sebelum korban terakhir ditemukan.

Baca Juga: Temanmu Adalah Cerminan Dirimu, Bijaklah Dalam Memilih Sahabat

Lima mahasiswa telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu mahasiswa atas nama Nabila masih dicari hingga Rabu siang.

Program KKN UIN Walisongo seharusnya berlangsung selama 40 hari dan baru berjalan separuh ketika tragedi ini terjadi. Evaluasi menyeluruh kini dilakukan oleh pihak kampus.

Akhmad juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kendal atas dukungan penuh dalam proses evakuasi dan penanganan jenazah.

“Terima kasih kepada jajaran Pemkab Kendal. Bahkan Menteri Agama turut menyampaikan duka dan perhatian melalui Pak Rektor,” tuturnya.

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #uin walisongo semarang #pemkab #sar gabungan #tepi sungai