GROBOGAN – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Grobogan, Setyo Hadi, bersama Wakil Bupati Sugeng Prasetyo, Jumat (20/2) Pemerintah Kabupaten Grobogan menandai capaian tersebut dengan hasil Pembangunan Tahun Anggaran 2025.
Mengusung visi “Menuju Grobogan Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan” dengan semangat “Mbangun Deso Noto Kutho”, kepemimpinan Setyo Hadi menegaskan komitmen membangun desa sebagai fondasi sekaligus menata kota sebagai wajah kemajuan daerah.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan OPD dan jajaran yang telah bekerja keras demi kemajuan Kabupaten Grobogan.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dan seluruh elemen yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Grobogan pada Tahun Anggaran 2025 telah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan APBD 2025, Pemkab Grobogan tetap bergerak progresif. Berbagai upaya dilakukan untuk menambah sumber pembiayaan, mulai dari Bantuan Keuangan Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga sumber dana lain yang sah.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan tetap berjalan, menyentuh kebutuhan riil masyarakat di berbagai sektor.
Pada bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, pembangunan jalan, jembatan, saluran, hingga pengairan dilakukan secara masif. Infrastruktur dasar tersebut dinilai sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.
Hasil pembagunan Tahun 2025 sedikitnya 14 proyek pembangunan strategis sepanjang tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 72,5 miliar.
Di antaranya penanganan kawasan kumuh Purwodadi senilai Rp 9,6 miliar, pembangunan Jembatan Pulokulon sebesar Rp 3,2 miliar, pembangunan Jembatan Trisari, Gubug senilai Rp 2,2 miliar, serta pembangunan Jalan Gubug–Tegowanu sebesar Rp 4,5 miliar.
Selain itu, terdapat pembangunan jalan di Kecamatan Tawangharjo senilai Rp 2,8 miliar, pembangunan drainase Jalan dr Sutomo dan Jalan Tentara Pelajar sebesar Rp 3,8 miliar, pembangunan Kantor Kecamatan Kradenan dan Kantor Kecamatan Ngaringan masing-masing senilai Rp 4,7 miliar.
Proyek lainnya meliputi pembangunan Gedung Inspektorat Daerah sebesar Rp 5,1 miliar, pembangunan Kantor Dinas Sosial senilai Rp 4,9 miliar, pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah di TPA Ngembak sebesar Rp 3,4 miliar, pembangunan Puskesmas Penawangan I senilai Rp 7,1 miliar, pembangunan RSUD dr R. Soedjati Purwodadi sebesar Rp 9,9 miliar, serta renovasi 17 SMP dengan total anggaran Rp 6,6 miliar.
Tak hanya itu, sektor pendidikan juga mendapat perhatian serius melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana SD dan SMP. Komitmen mencerdaskan generasi muda diwujudkan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak dan representatif.
Di bidang kesehatan, peningkatan fasilitas RSUD dan puskesmas terus dilakukan. Harapannya, pelayanan kesehatan semakin lengkap, cepat, dan prima. Masyarakat diharapkan merasakan pelayanan kesehatan total yang lebih dekat dan berkualitas.
Sementara itu, pembangunan gedung kantor dinas dan kecamatan juga dilaksanakan untuk menunjang optimalisasi pelayanan publik. Sarana yang memadai diyakini mampu meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain infrastruktur, pembangunan juga menjangkau sektor perdagangan, olahraga, lingkungan hidup, perhubungan, pariwisata, pertanian, dan peternakan. Seluruh program dirancang melalui masing-masing OPD dengan tujuan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
“Program pembangunan fisik sarana prasarana menjadi kebutuhan utama sebagai kekuatan dasar dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.
Ia pun meminta seluruh OPD untuk terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan program semakin efektif dan tepat sasaran pada tahun-tahun mendatang.
Menutup sambutannya, Bupati Setyo Hadi berpesan agar seluruh sarana prasarana yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama. Pembangunan, menurutnya, bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif.
Satu tahun kepemimpinan ini menjadi pijakan awal untuk langkah yang lebih besar. Dengan semangat “Mbangun Deso Noto Kutho”, Pemerintah Kabupaten Grobogan optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.(mun)
Editor : Mahendra Aditya