Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Setahun Pasca Kebakaran, Rp53 Miliar Diajukan, Pedagang Bertahan di Pasar Darurat Sambil Menunggu Pasar Gubug Dibangun

Sirojul Munir • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:44 WIB
MASIH MENUNGGU – Gedung bekas bangunan Pasar Gubug yang terbakar masih terbengkalai dan belum kejelasan waktu pembangunanya meski sudah satu tahun kejadian kebakaran.
MASIH MENUNGGU – Gedung bekas bangunan Pasar Gubug yang terbakar masih terbengkalai dan belum kejelasan waktu pembangunanya meski sudah satu tahun kejadian kebakaran.

GROBOGAN – Progres pembangunan Gubug yang terbakar sejak September Tahun 2024 sampai Tahun 2026 belum ada kepastian. Saat ini proses pengajuan pembangunan dari pemerintah Kabupaten Grobogan ke pemerintah pusat masih menunggu kejelasan.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, sesuai dengan perkembanganya saat ini bolanya masih di pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proposal yang sudah diajukan berproses untuk dilakukan pembahasan selanjutnya.

”Bupati Grobogan didampingi OPD terkait sudah diminta untuk paparan ke Kementerian PU. Dengan hasil Pemkab Grobogan segera melengkapi reginasretria,” kata Pradana Setiawan yang akrab disapa Dannis.

Dari persyaratan reginasretria sudah dilengkapi 100 persen. Mulai dari dukungan pedagang, DED, sisi lingkungan, Tata Ruang dan yang lainya sudah dilengkapi semua. Kemudian dikirim ke Jakarta ke Kemterian PU.

”Selanjutnya menunggu petunjuk dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, anggaran yang diajukan sebesar Rp 53 miliar. Terdiri dari bangunan pasar yang menampung sekitar seribu pedagang. Bangunan baru dengan konsep pasar modern.

“Dalam pembahasan pasar pedagang minta untuk dibuat satu lantai. Jadi harus diakomodir pedagang yang begitu banyak dengan lahan terbatas,” terang dia.

Adanya dukungan dari lingkungan seperti tempat parkir dan yang lainya menjadikan dukungan baik. Pasca kebakaran Pemkab Grobogan kerjasama dengan Pemdes Gubug dengan memanfaatkan lapangan Desa untuk digunakan sebagai pasar darurat.

”Sampai saat ini aktifitas pedagang pasar Gubug masih ada di sana,” tandasnya.

Pasar darurat itu saat ini menampung sebanyak 841 pedagang, dengan rincian 707 los, 45 kios, dan 89 dasaran. Pembangunan pasar darurat dilakukan agar aktivitas ekonomi para pedagang tetap berjalan sambil menunggu realisasi pembangunan Pasar Gubug yang baru. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#Bupati Grobogan Setyo Hadi #kementerian pu #pasar gubug terbakar #pemkab grobogan