Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dugaan Keracunan Makanan MBG di Kecamatan Grobogan, Balita di Posyandu Ikut Terdampak

Intan Maylani • Sabtu, 13 Desember 2025 | 23:00 WIB
Salah satu SPPG di Grobogan
Salah satu SPPG di Grobogan

GROBOGAN - Dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi pada Kamis (11/12) di wilayah Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, dan menimpa 23 penerima manfaat, termasuk balita.

Kejadian tersebut baru dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan pada Sabtu (13/12/2025).

Salah satu orang tua korban, Risna, mengungkapkan bahwa kedua anaknya yang masih balita, masing-masing berusia 4,5 tahun dan 1,5 tahun, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan melalui Posyandu Karangjati.

Risna menjelaskan, makanan MBG untuk balita di wilayahnya rutin dibagikan setiap hari Senin dan Kamis. Pada Kamis (11/12/2025), ia menerima paket makanan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Yang usia 4,5 tahun langsung dimakan. Kalau yang usia 1,5 tahun dimakan sekitar setengah jam setelah datang, kira-kira jam 12.20-an. Tapi yang kecil cuma makan ayamnya saja, tidak makan kuah, itu pun sedikit,” ujar Risna.

Menu MBG saat itu berupa soto bening dengan ayam suir. Namun, ia menduga ayam yang disajikan sudah tidak layak konsumsi.
“Kurang tahu ya, tapi kalau menurut saya sih ayamnya yang sudah busuk,” ungkapnya.

Gejala mulai muncul pada sore hingga malam hari. Anak Risna yang berusia 1,5 tahun mengalami muntah sejak sore hingga malam, namun belum langsung dibawa berobat karena dikira masuk angin.

Sementara itu, anaknya yang berusia 4,5 tahun menyusul mengalami keluhan serupa dan akhirnya dibawa ke klinik terdekat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Ternyata bukan cuma anak saya. Banyak tetangga dan saudara juga keracunan,” katanya.

Kejadian ini sejalan dengan laporan dugaan keracunan makanan MBG yang melibatkan delapan posyandu di Kecamatan Grobogan.

Berdasarkan laporan, makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba di posyandu antara pukul 11.00 hingga 12.15 WIB.

Makanan kemudian dipindahkan ke wadah penerima manfaat untuk dibawa pulang dan dikonsumsi antara pukul 11.06 WIB hingga paling lama pukul 15.00 WIB.

Pada pukul 12.34 WIB, kader posyandu menemukan ayam yang berbau tidak sedap dan diduga mulai basi. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak dapur SPPG.

Sekitar pukul 16.30 WIB, satu penerima manfaat mengeluhkan mual dan diperiksakan ke bidan desa. Hingga malam hari, jumlah warga dengan keluhan serupa terus bertambah.

Pada Jumat pagi (12/12/2025), tercatat total 23 kasus dugaan keracunan makanan MBG. Seluruh korban menjalani perawatan rawat jalan. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi seluruh pasien dilaporkan telah membaik.

Risna menambahkan, pada Jumat (12/12/2025), pihak SPPG mendatangi rumah warga dan mengganti biaya pemeriksaan bagi korban yang berobat.
“Diganti uang periksa sekitar Rp 50 ribu per orang,” ujarnya.

Meski kedua anaknya kini telah pulih, Risna mengaku masih merasa trauma.

“Sudah sembuh alhamdulillah. Cuma saya yang trauma. Kalau dibiarkan saja takutnya sistem masaknya tidak diperbaiki,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak puskesmas telah berkoordinasi dengan SPPG dan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke dapur SPPG.

Pihak SPPG juga diketahui berkoordinasi dengan pemerintah desa serta mengunjungi seluruh korban untuk memberikan kompensasi dan bingkisan. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #grobogan