RADAR KUDUS - Belum genap satu bulan sejak rampungnya perbaikan pascabanjir besar pada Februari lalu, tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, kembali jebol pada Minggu (9/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan banjir di sejumlah desa, memaksa ratusan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Jebolnya tanggul dengan panjang sekitar 10 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman 5 meter tersebut menyebabkan banjir di Desa Baturagung dan Desa Ringinkidul.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, sebanyak 150 warga terpaksa mengungsi akibat genangan air yang meluas.
Penyebab Jebolnya Tanggul
Kepala BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat drastis.
Kondisi tanggul yang belum sepenuhnya stabil pasca-perbaikan turut berkontribusi pada jebolnya struktur tersebut.
“Banjir kali ini cukup luas dampaknya. Di Desa Baturagung, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara di Desa Ringinkidul jumlahnya mencapai 650 KK.
Saat ini, sebanyak 150 warga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Wahyu, Minggu (9/3).
Selain dua desa tersebut, banjir juga merendam beberapa wilayah lain di Kecamatan Gubug, termasuk Dusun Penadaran, Tempel, dan Kedungkakap di Desa Penadaran.
Tercatat, sekitar 400 KK terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 100 cm, meski kini perlahan mulai surut.
Tak hanya itu, banjir juga melanda Desa Papanrejo, di mana air meluap hingga mencapai jembatan rel kereta api yang sebelumnya mengalami kerusakan pada Januari 2025.
“Saat ini terjadi pengikisan di sekitar jembatan akibat limpasan air Sungai Tuntang,” tambah Wahyu.
Banjir Meluas ke Enam Kecamatan
Selain Kecamatan Gubug, banjir di Kabupaten Grobogan kali ini juga diperparah oleh kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Glugu, dan Sungai Tuntang. Akibatnya, enam kecamatan mengalami dampak cukup signifikan.
Berikut enam kecamatan yang terdampak:
1. Kecamatan Toroh
- Desa Boloh: Jalan penghubung Boloh-Kenteng dan halaman Puskesmas II Toroh sempat tergenang, namun kini air mulai surut.
2. Kecamatan Purwodadi
- Beberapa wilayah Kelurahan Purwodadi, Kalongan, dan Desa Karanganyar terdampak.
- Di Lingkungan Banaran RW 22, sebanyak 66 KK terkena dampak banjir.
- Lingkungan Jajar (17 KK) dan Jengglong Timur (10 KK) juga terdampak.
- Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 40 cm.
3. Kecamatan Kedungjati
- Desa Kedungjati, Klitikan, Panimbo, Kentengsari, Padas, Deras, Ngombak, Wates, Jumo, Kalimaro, dan Karanglangu dilaporkan terendam.
4. Kecamatan Tawangharjo
-Desa Jono mengalami genangan air dengan ketinggian antara 20 hingga 50 cm.
5. Kecamatan Gubug
- Selain Desa Baturagung dan Penadaran, Desa Papanrejo ikut terdampak.
6. Kecamatan Tegowanu
- Desa Sukorejo mengalami banjir akibat tanggul jebol.
Upaya Penanganan dan Bantuan Darurat
Untuk mencegah dampak banjir semakin meluas, BPBD Grobogan terus memantau tinggi muka air (TMA) di beberapa titik Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi, seperti Bendung Dumpil, Pos Menduran, Bendung Klambu, dan Bendung Glapan.
Langkah mitigasi juga dilakukan dengan menyalurkan 3.000 karung pasir untuk memperkuat tanggul di Desa Pilangwetan guna mengantisipasi meluasnya genangan ke Desa Kemiri.
“Kami juga telah menyalurkan bantuan logistik serta mendirikan posko darurat bagi warga terdampak,” ujar Wahyu.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya mempercepat penanganan dampak banjir agar warga yang terdampak dapat segera kembali ke rumah masing-masing.
Editor : Mahendra Aditya