GROBOGAN, Radar Kudus – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Dusun Mambe, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Senin (3/2).
Sebuah truk bermuatan material tanah urug kehilangan kendali dan terjun bebas ke dalam jurang sungai sedalam 20 meter.
Sopir truk, Hadi Winarno (40), warga Lingkungan Gading, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas tersebut mengejutkan warga sekitar yang segera berduyun-duyun ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
Namun, kondisi korban yang mengalami luka parah membuat nyawanya tak tertolong.
“Korban mengalami fraktur tulang dada kanan, fraktur tangan kiri, dan kaki kanan. Ia meninggal di tempat akibat luka parah yang dialaminya,” kata seorang petugas medis yang menangani evakuasi korban.
Jenazahnya langsung dilarikan ke RSUD Dr. Raden Soedjati Purwodadi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan, Ipda Arie Eko, menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, truk dengan nomor polisi K-9458-CP melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan rendah karena melintasi jalanan yang menurun dan menanjak.
Saat itu, sang sopir diketahui masih menggunakan sabuk pengaman.
Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa Hadi Winarno mengalami kelelahan atau mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi.
“Sesampainya di lokasi kejadian, truk oleng ke kanan dan akhirnya terperosok ke dalam jurang sungai,” ungkap Ipda Arie Eko.
Benturan keras menyebabkan bagian kepala truk hancur dan posisi kendaraan terbalik dengan bodi depan menghadap ke bawah.
Sopir malang itu pun terjepit di dalam kabin, membuat upaya penyelamatan menjadi sulit.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera berinisiatif memberikan pertolongan.
Namun kondisi korban yang terjepit dalam truk membuat upaya penyelamatan harus melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan.
Dengan peralatan khusus, petugas BPBD dan warga akhirnya berhasil mengangkat jenazah korban ke permukaan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, evakuasi truk yang ringsek di dasar jurang membutuhkan peralatan berat.
“Kami menggunakan truk derek dengan rantai besar untuk menarik kendaraan dari bawah jurang ke atas,” jelas seorang petugas evakuasi.
Butuh waktu cukup lama hingga akhirnya truk bisa diangkat dan diamankan.
Kecelakaan tunggal ini menjadi perhatian warga sekitar, mengingat jalur tersebut memang rawan kecelakaan terutama bagi kendaraan berat yang melintas.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi, terutama yang mengoperasikan kendaraan besar, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan berkendara dengan ekstra hati-hati, terutama di medan yang berbahaya seperti di Dusun Mambe ini. (mun)
Editor : Mahendra Aditya