Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gas Rawa di Mlilir Grobogan yang Sempat Mati karena Kebanjiran Ternyata Bisa Nyala Lagi, Lho Kok Bisa?

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 20 November 2024 | 16:30 WIB

 

DICEK: Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan saat mendatangi kemunculan gas rawa di Balai Desa Mlilir Kecamatan Gubug.
DICEK: Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan saat mendatangi kemunculan gas rawa di Balai Desa Mlilir Kecamatan Gubug.

GROBOGAN - Munculnya gas rawa di bekas pembuatan sumur bor yang gagal sempat menggegerkan warga Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Gas rawa tersebut juga sempat padam lantaran terkena genangan air. Namun bisa menyala lagi. 

Salah satu warga  Desa Mlilir, Marjo, mengungkapkan pada Senin (18/11) Malam sempat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di lokasi tersebut. Akibatnya gas rawa sempat tergenang sehingga padam.

"Hujan semalaman cukup deras, ada genangan sehingga gas rawa sempat mati. Tapi pas sudah terang gini, disulut api ya bakal nyala," imbuhnya.

Meski semburan gas rawa itu cukup memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan warga dalam memasak. Pihak desa sampai saat ini belum ada keinginan ke arah tersebut.

"Kemarin ramai anak-anak sekolah banyak ke sini. Jadi cukup membahayakan kalau tanpa pengawasan ke lokasi munculnya api. Sampai saat ini desa juga belum ada rencana ke arah sana (RED, pemanfaatan potensi gas rawa). Jadi dibiarkan mati, nggak dinyalakan lagi," ujarnya.

Sedangkan Plt Kepala Cabang Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto menyayangkan jika potensi gas rawa tersebut tak dimanfaatkan.

"Sebenarnya potensinya cukup besar. Karena masih berkaitan dengan manifes gas di Desa Tinanding, Mrapen dan Rajek Kecamatan Godong. Lokasinya pun tak terlalu jauh. Selama ini di beberapa desa tersebut, gas rawa telah dimanfaatkan warga setempat untuk memasak. Bahkan, ada yang 27 tahun tak membeli gas elpiji," imbuhnya.

Namun, pihaknya mengembalikan kewenangan pemanfaatan potensi gas rawa ke desa setempat.

"Lha tergantung desanya, kalau mau dibakar atau ditutup dulu. Sampai suatu ketika diteliti dan siap dimanfaatkan," ungkapnya.

Pihaknya membeberkan, sedangkan untuk kondisi gas rawa yang sempat padam. Dimungkinkan karena banjir, membuat gas tersumbat sehingga api tidak mengalir.

Meski begitu, munculnya gas rawa di Desa Mlilir sudah dilaporkan ke energi baru terbarukan (EBT). Sehingga jika sewaktu-waktu warga ingin memanfaatkan, EBT siap melakukan kajian. (Int)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#gas rawa #Energi Baru Terbarukan #sumur bor #grobogan #energi baru terbarukan (EBT) #godong grobogan #api abadi mrapen #Energi Sumber Daya Mineral #gas alam