GROBOGAN - Setelah melewati penilaian yang dilakukan tim Adiwiyata pada 28-31 Oktober 2024. Dari 27 sekolah, terdapat 24 sekolah yang ditetapkan lolos dalam Adiwiyata tingkat Kabupaten Grobogan. Mereka akan disiapkan untuk maju ke jenjang Provinsi Jawa Tengah.
Rincian jumlah sekolah yang lolos di tingkat kabupaten yakni SD/MI ada 16 sekolah, serta SMP ada delapan sekolah. Jenjang SD/MI meliputi SDN 1 Pakis, SDN 3 Nglinduk, SDN 3 Ngaringan, SDN 1 Karangsari, SDN 2 Danyang, MI Sejati Toroh, SDN 3 Kuripan, SDN 1 Ngambakrejo, SDN 3 Panunggalan, SDN 1 Krangganharjo, SDN 2 Jeketro, SDN 2 Juworo, SDN 2 Kemloko, SDN 1 Jatipohon dan SDN 4 Karangrayung.
Sedangkan di tingkat SMP/MTs yaitu SMPN 2 Kedungjati, SMPN 1 Kradenan, SMPN 1 Godong, SMPN 1 Geyer, SMPN 3 Geyer, SMPN 3 Gabus, SMP Muhammadiyah Purwodadi dan MTs Putri Sunniyah Selo.
"Untuk jenjang SD/MI yang berhasil menjadi pelaksana terbaik ada SDN 1 Pakis, sedangkan jenjang SMP/MTs ada SMPN 2 Kedungjati," tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Gunawan Widiyanto.
Nantinya, seluruh sekolah yang lolos akan disiapkan untuk maju ke tingkat Provinsi Jateng. Sekolah-sekolah tersebut masih memiliki waktu 1-2 tahun untuk mempersiapkan pemenuhan administrasi dan mematangkan indikator adiwiyata.
"Saat penilaian kemarin memang masih banyak yang harus dievaluasi sekolah. Terutama terkait pengolahan sampah di sekolah hingga pengurangan sampah plastik di kantin. Tapi ada juga yang kami minta untuk bisa mempertahankan gerakannya, seperti di SDN 1 Pakis. Sudah sangat bagus dan layak maju, tapi masih harus menunggu beberapa tahun lagi ke depan," tegasnya.
Sedangkan Sekda Grobogan Anang Armunanto menambahkan, menurutnya program Adiwiyata bukan semata-mata program namun pengakuan terhadap sekolah dan madrasyah dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup (PBLH).
"Yang tidak kalah pentingnya, berikan pemahaman kepada warga sekolah kita terutama anak-anak didik kita untuk berani bersuara berkaitan dengan cara-cara kita menyelamatkan lingkungan. Dari hal yang paling kecil. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan anak didik kita," pesannya. (Int)
Editor : Abdul Rokhim