Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lapas Purwodadi Gandeng Dispendukcapil Grobogan Fasilitasi Warga Binaan Rekam EKTP Jelang Pilkada, Ini Temuannya!

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 10 Juli 2024 | 00:40 WIB
REKAM: Warga binaan di Lapas Kelas IIB Purwodadi saat dilakukan rekam biometrik e-KTP jemput bola Dispendukcapil Grobogan.
REKAM: Warga binaan di Lapas Kelas IIB Purwodadi saat dilakukan rekam biometrik e-KTP jemput bola Dispendukcapil Grobogan.

PURWODADI – Lapas Kelas IIB Purwodadi menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan dalam pengecekan data biometrik dan perekaman KTP bagi warga binaan.

Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk memenuhi hak politik warga binaan pada Pilkada 27 November nanti.

”Sehingga mereka bisa didaftarkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Para warga binaan tersebut harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)," ujar Kepala Dispendukcapil Grobogan Ahmad Basuki Mulyono melalui Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Sri Ismunarningsih.

Baca Juga: Tak Seperti Biasanya, Satlantas Polres Grobogan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas ke Tukang Ojek

"Adanya rekam biometrik ini sebagai upaya kami agar mereka dapat memiliki dan mengetahui NIK-nya,” jelasnya. 

Meski dipidana, setiap warga binaan tetap memiliki hak untuk berpartisipasi dalam Pemilu nanti.

Sehingga pihaknya berupaya memenuhi hak mereka.

Melalui rekam biometrik tersebut diharapkan dapat memverifikasi data warga binaan yang tidak jelas identitasnya.

”Dari 255 warga binaan Lapas Kelas IIB Purwodadi, ada 13 orang yang belum memiliki kejelasan identitas. Sedangkan 242 orang sudah melakukan rekam," ujarnya.

Baca Juga: Mantan Ketua Bawaslu Minta Pemkab Bertindak Tegas terhadap Ratusan Kades di Pati Soal Deklarasi Dukung Salah Satu Bacabup

"Dari hasil verifikasi SIAK. Maka, kami langsung kebut jemput bola dalam melakukan rekam biometrik. Adanya rekam ini untuk mengetahui data administrasi secara pasti,” paparnya.

Hasil pengecekan biometrik dari 13 orang tersebut, enam di antaranya ditemukan belum rekam dan tujuh orang saat dilakukan biometrik sudah ber-KTP.

”Ternyata ditemukan ada yang NIK dan namanya berbeda antara di lapas dengan data Dispendukcapil. Dengan rekam biometrik akhirnya diketahui identitas pasti dan kami bisa diterbitkan dokumen administrasi kependudukannya,” ungkapnya. (int/him)

Editor : Ali Mustofa
#KTP #warga binaan #purwodadi #dispendukcapil #pemilu #ektp