GROBOGAN - Kembali, seorang TNI gugur tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Yaitu, Pratu Agung Pamuji Laksono yang merupakan anggota Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 7/Marinir.
Ia warga RT 10 RW 01 Desa Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.
Sejumlah tentara terlihat berjaga di sekitar rumah duka Pratu Agung Pamuji Laksono.
Jenazah yang diperkiran sampai pukul 16.00 itu ternyata baru sampai pada pukul 17.40.
Hal itu lantaran adanya penghormatan terakhir di Semarang.
Diketahui, Pratu Agung menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dia ditembak saat berjaga pos di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Senin (21/8).
Ia gugur setelah mendapatkan luka tembak pada bagian kepala.
Meski sempat dibawa ke rumah sakit, anak ketiga dari empat bersaudara ini tak tertolong.
Rabu (23/8) pukul 17.40, Pratu Agung sampai di kediamannya.
Di depan rumah duka terlihat beberapa karangan bunga juga sudah tertulis Praka Mar.
Praka Mar merupakan singkatan dari prajurit kepala marinir (anumerta), karena pangkatnya naik satu tingkat.
Selain itu, di rumah duka tampak warga melantunkan tahlil.
Sejumlah warga tampak masih berdatangan untuk menyampaikan duka cita.
Termasuk kedatangan Dandim 0717/Grobogan Letkol Arh Muda Setyawan beserta para perwira dan staf.
Isak tangis keluarga mengiringi penurunan peti jenazah Pratu Agung dengan bungkus bendera merah putih dari mobil ke rumah duka.
Seusai penurunan peti, petugas meminta warga dan awak media menjauh dari peti.
Setelahnya, proses pemakaman dimulai secara militer.
Jenazah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat tepatnya di TPU Mbah Sarwu, Desa Kedung Kulon. (int)
Editor : Ali Mustofa