Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lucky Widja Akan Dimakamkan di Jeruk Purut Siang Ini, Tutup Perjalanan Panjang Melawan TB Ginjal

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 26 Januari 2026 | 09:58 WIB
Lucky Widja Akan Dimakamkan Siang Ini (26/1), Kisah Sunyi Vokalis Element Menjelang Akhir Hayat
Lucky Widja Akan Dimakamkan Siang Ini (26/1), Kisah Sunyi Vokalis Element Menjelang Akhir Hayat

JAKARTA - Jakarta kembali menjadi saksi kepergian seorang musisi yang pernah memberi warna kuat dalam lanskap musik pop Indonesia. Lucky Widja, vokalis band Element, berpulang pada Minggu malam, 25 Januari 2026.

Sehari setelah kepergiannya, keluarga memastikan satu hal: Lucky akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, usai salat zuhur.

Tidak ada seremoni berlebihan, hanya prosesi sederhana—seperti hidup yang ia jalani dalam beberapa tahun terakhir, jauh dari sorotan, penuh keheningan.

Sejak pagi, rumah duka di kawasan Cipete Utara telah dipenuhi keluarga, sahabat, serta rekan seprofesi. Jenazah Lucky disemayamkan di Jalan Haji Tholib, tempat para pelayat datang silih berganti.

Baca Juga: Lucky Widja Element Tutup Usia di 49 Tahun: TB Ginjal yang Diam-Diam Menggerogoti Sang Vokalis Element

Wajah-wajah yang hadir bukan hanya membawa duka, tetapi juga rasa hormat pada seorang musisi yang memilih bertahan dalam diam saat tubuhnya perlahan dilumpuhkan penyakit.

Ferdy Tahier, rekan satu band sekaligus sahabat dekat, terlihat mendampingi keluarga sejak malam sebelumnya.

Manajemen Element memastikan pemakaman akan dilakukan hari ini. Safri, perwakilan manajemen, menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, salah satu pemakaman umum yang kerap menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh publik.

Keputusan ini menandai akhir perjalanan fisik Lucky, sekaligus membuka ruang refleksi tentang bagaimana ia menjalani hidup menjelang akhir—tanpa hiruk-pikuk, tanpa eksposur berlebihan.

Lucky mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.20 WIB. Waktu yang tenang, nyaris tanpa suara. Kepergiannya bukan akibat kejadian mendadak, melainkan ujung dari perjalanan panjang melawan penyakit kronis yang jarang dibicarakan: tuberkulosis ginjal.

Penyakit ini telah ia idap sejak 2022 dan perlahan menggerogoti tubuhnya, memaksa Lucky menjalani berbagai prosedur medis yang melelahkan, termasuk cuci darah.

Baca Juga: Polisi Ingatkan Risiko Hukum Publik Penyebaran Foto Kematian dan Asumsi Liar Terkait Lula Lahfah

Yang membedakan kisah Lucky dari banyak figur publik lain adalah caranya menyikapi sakit. Ia tidak membangun narasi heroik, tidak pula menjadikan penderitaannya sebagai konsumsi publik. Baru pada Februari 2023, Lucky membuka cerita tentang kondisinya.

Ia menjelaskan dengan lugas bahwa TB yang ia derita bukan menyerang paru-paru, melainkan seluruh sistem kemih—ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra. Penyakit itu tidak menular, tetapi dampaknya menghancurkan secara perlahan.

Gejala awalnya nyaris tak mencolok. Saat Ramadan, Lucky kerap pingsan setelah berbuka puasa. Tubuhnya tiba-tiba kehilangan tenaga, sulit digerakkan, bahkan untuk sekadar berpindah tempat.

Anehnya, keesokan hari ia kembali terasa bugar, seolah tidak terjadi apa-apa. Pola inilah yang membuat penyakitnya terlambat disadari.

Hingga akhirnya ia memutuskan memeriksakan diri secara menyeluruh, dari tes darah hingga CT scan.

Hasilnya menjadi titik balik yang brutal. Fungsi ginjalnya sudah mencapai stadium lima—fase paling kritis—dengan sisa kinerja hanya sekitar 18 persen.

Salah satu ginjal mengecil, sementara ginjal lainnya membengkak akibat aliran urin yang tersumbat.

Baca Juga: Kasus Wafat Lula Lahfah Berlanjut, Reza Arap Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

Kondisi ini membuat Lucky harus menjalani operasi pemasangan dan pencopotan stent berulang kali.

Dari sanalah dokter mulai mencurigai TB ginjal, penyakit yang sering luput dari diagnosis awal.

TB ginjal bekerja tanpa tergesa-gesa. Ia tidak menyerang secara frontal, tetapi menggerus pelan-pelan.

Berat badan Lucky turun drastis dari lebih 80 kilogram menjadi sekitar 64 kilogram. Tubuhnya melemah, rutinitas berubah total.

Namun di tengah kondisi itu, Lucky tetap menjaga jarak dari hingar-bingar publik. Ia memilih fokus bertahan, menjalani hari demi hari dengan ritme baru yang ditentukan oleh jadwal rumah sakit.

Kepergian Lucky menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan para personel Element.

Namun ada satu nada yang konsisten muncul dalam ungkapan duka mereka: kelegaan. Bukan karena kehilangan, melainkan karena Lucky akhirnya terbebas dari rasa sakit berkepanjangan.

Tidak lagi bergantung pada mesin, selang oksigen, atau prosedur medis yang menguras energi. Ia pergi setelah perjuangan panjang yang nyaris tak terlihat oleh publik.

Prosesi pemakaman di TPU Jeruk Purut hari ini menjadi simbol penutup dari bab yang berat itu. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu Element. Lagu-lagu itu kini terasa berbeda—lebih sunyi, lebih dalam.

Sebab di balik melodi yang pernah menemani banyak orang, ada kisah manusia yang bertahan sejauh mungkin sebelum akhirnya menyerah pada keterbatasan tubuh.

Kepergian Lucky Widja juga menyisakan pesan yang jarang diangkat di ruang publik: bahwa penyakit kronis bisa hadir tanpa tanda dramatis.

TB tidak selalu batuk darah, ginjal tidak selalu terasa nyeri. Kadang, ia datang dalam bentuk pingsan singkat, tubuh lemas, atau berat badan yang menyusut perlahan. Kisah Lucky adalah pengingat keras bahwa mendengarkan tubuh adalah bentuk paling awal dari bertahan hidup.

Hari ini, Lucky akan dimakamkan. Suaranya mungkin tak lagi terdengar, tetapi jejaknya tertanam dalam dua hal: karya musik yang masih hidup, dan kisah sunyi tentang ketabahan yang jarang disorot.

Di Jeruk Purut, Jakarta, satu suara akhirnya beristirahat. Namun ceritanya akan terus beresonansi.

Editor : Mahendra Aditya
#lucky widja #vokalis element #Profil Lucky Widja #element band #Pemakaman Lucky Widja #Lucky Widja meninggal dunia #Lucky Widja element #lucky widja vokalis band element