Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rupiah Tertekan, Tembus Rp18.015 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Ali Mustofa • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:49 WIB
Mata uang Indonesia dan Dollar
Mata uang Indonesia dan Dollar

RADAR KUDUS – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis pagi.

Mata uang Garuda tercatat melemah sekitar 0,27 persen hingga menyentuh level Rp18.015 per dolar AS.

Posisi tersebut menjadi salah satu titik terendah rupiah dalam beberapa waktu terakhir sekaligus membawa kurs domestik mendekati ambang psikologis baru di level Rp18.000 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yang masih kuat.

Seiring meningkatnya ketidakpastian kondisi global serta sentimen dalam negeri yang belum sepenuhnya mendukung penguatan mata uang.

Ia menjelaskan bahwa penguatan dolar AS turut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang membuat investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman.

Selain itu, rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi pasar juga ikut memperkuat posisi dolar.

Data ketenagakerjaan serta indeks aktivitas sektor jasa dari Institute for Supply Management (ISM) tercatat menunjukkan kinerja yang solid, sehingga meningkatkan optimisme terhadap ekonomi AS.

Kondisi tersebut pada akhirnya mendorong meningkatnya permintaan terhadap dolar AS dan memberikan tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi domestik, Lukman menilai sentimen pasar masih belum cukup kuat untuk memberikan dorongan positif bagi rupiah.

Meski demikian, ia melihat potensi pelemahan rupiah dapat tertahan oleh intervensi Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan lebih agresif menjaga stabilitas nilai tukar.

Menurutnya, mendekatnya rupiah ke level psikologis baru kemungkinan akan mendorong BI meningkatkan langkah stabilisasi di pasar keuangan guna meredam volatilitas.

“Dengan kondisi sentimen domestik yang masih lemah dan posisi yang mendekati level psikologis baru, Bank Indonesia kemungkinan akan melakukan intervensi lebih aktif,” ujarnya.

Ke depan, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS, seiring masih kuatnya pengaruh faktor global terhadap pasar valuta asing.

Editor : Ali Mustofa
#mata uang negara #sentimen pasar #Dolar AS #rupiah