Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gaji Pas-Pasan Bukan Halangan, Ini 5 Strategi Dapatkan Rp100 Juta Pertama

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:08 WIB
Ilustrasi uang
Ilustrasi uang

RADAR KUDUS - Banyak orang beranggapan bahwa hanya mereka yang berpenghasilan tinggi yang mampu memiliki tabungan hingga ratusan juta rupiah. Padahal, berbagai studi dan pengalaman para perencana keuangan menunjukkan bahwa besarnya penghasilan bukan satu-satunya penentu keberhasilan finansial. Faktor yang jauh lebih berpengaruh adalah kebiasaan mengelola uang, konsistensi menabung, serta kemampuan mengendalikan pengeluaran.

Di tengah kenaikan biaya hidup dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, memiliki tabungan Rp100 juta menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan finansial seseorang. Angka tersebut sering disebut sebagai "tabungan tiga digit pertama" yang dapat menjadi fondasi untuk membangun dana darurat, modal usaha, hingga investasi jangka panjang.

Meski terdengar besar, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil dicapai oleh pekerja dengan gaji terbatas. Dengan strategi yang tepat dan disiplin yang konsisten, perjalanan menuju Rp100 juta dapat menjadi lebih realistis dan terukur.

1. Pecah Target Besar Menjadi Sasaran yang Lebih Kecil

Salah satu alasan banyak orang gagal menabung adalah karena merasa target yang ingin dicapai terlalu besar. Ketika melihat angka Rp100 juta secara utuh, sebagian orang langsung merasa pesimis sebelum memulai.

Padahal, para ahli keuangan menyarankan untuk membagi target besar menjadi sasaran yang lebih kecil dan mudah dipantau. Misalnya, jika ingin mengumpulkan Rp100 juta dalam lima tahun, maka kebutuhan menabung sekitar Rp1,67 juta per bulan.

Target tersebut bisa dipecah lagi menjadi sekitar Rp55 ribu per hari. Ketika angka besar diterjemahkan menjadi target harian atau mingguan, proses menabung akan terasa lebih ringan dan tidak membebani mental.

Selain itu, membuat target per kuartal atau tahunan juga dapat membantu mengevaluasi perkembangan keuangan secara berkala sehingga motivasi tetap terjaga.

2. Terapkan Prinsip "Bayar Diri Sendiri Terlebih Dahulu"

Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menabung dari sisa uang setelah semua kebutuhan terpenuhi. Dalam praktiknya, metode ini jarang berhasil karena uang sudah habis untuk berbagai kebutuhan dan keinginan sebelum sempat disisihkan.

Karena itu, para perencana keuangan merekomendasikan prinsip pay yourself first atau membayar diri sendiri terlebih dahulu. Caranya adalah langsung memindahkan sebagian gaji ke rekening tabungan atau investasi sesaat setelah menerima pendapatan.

Lembaga perlindungan konsumen keuangan Amerika Serikat, Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), menyebutkan bahwa kebiasaan menyisihkan uang di awal periode penggajian dapat membantu membangun disiplin finansial dan meningkatkan peluang mencapai target jangka panjang.

Jika perlu, manfaatkan fitur autodebet agar proses menabung berjalan otomatis tanpa tergoda untuk menggunakan uang tersebut.

3. Gunakan Aturan 50/30/20 Agar Keuangan Lebih Terarah

Mengelola gaji tanpa perencanaan yang jelas sering membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Salah satu metode yang banyak digunakan di berbagai negara adalah aturan 50/30/20 yang dipopulerkan oleh ekonom dan senator Amerika Serikat, Elizabeth Warren.

Konsep ini membagi pendapatan menjadi tiga bagian utama:

Bagi pekerja dengan gaji terbatas, porsi hiburan dapat dikurangi menjadi 20 persen atau bahkan 10 persen sehingga alokasi tabungan menjadi lebih besar. Semakin besar dana yang disisihkan secara rutin, semakin cepat pula target Rp100 juta tercapai.

4. Jangan Hanya Menabung, Mulailah Berinvestasi Secara Konsisten

Menyimpan uang di rekening tabungan memang aman, tetapi pertumbuhannya relatif rendah. Sementara itu, inflasi terus menggerus nilai uang dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data historis berbagai bank sentral dan lembaga keuangan global, inflasi membuat daya beli uang cenderung menurun seiring waktu. Karena itu, investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu uang berkembang.

Bagi pemula, investasi tidak harus dimulai dengan nominal besar. Saat ini tersedia berbagai instrumen yang dapat diakses mulai dari puluhan ribu rupiah, seperti reksa dana pasar uang, obligasi negara ritel, hingga saham bagi yang memahami risikonya.

Kunci utama bukanlah jumlah investasi yang besar, melainkan konsistensi. Investasi rutin setiap bulan memungkinkan efek compounding atau bunga berbunga bekerja secara optimal dalam jangka panjang.

Semakin dini seseorang memulai investasi, semakin besar potensi pertumbuhan aset yang dapat diperoleh.

5. Pangkas Pengeluaran yang Tidak Memberikan Manfaat Jangka Panjang

Banyak orang fokus mencari cara menambah penghasilan, tetapi lupa mengevaluasi kebiasaan belanja sehari-hari.

Padahal, kebocoran keuangan sering berasal dari pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali. Misalnya, langganan aplikasi yang jarang digunakan, pembelian kopi harian, belanja impulsif saat diskon, hingga kebiasaan mengikuti tren yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Mencatat seluruh pengeluaran selama satu bulan dapat membantu mengidentifikasi pos-pos yang sebenarnya bisa dikurangi. Dana yang berhasil dihemat kemudian dapat dialihkan ke tabungan atau investasi.

Prinsip sederhananya adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Setiap rupiah yang tidak dibelanjakan untuk hal konsumtif merupakan tambahan modal untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan.

Disiplin Lebih Penting daripada Besar Gaji

Membangun tabungan Rp100 juta bukan semata-mata soal besarnya penghasilan, melainkan tentang bagaimana seseorang mengelola uang yang dimiliki. Banyak orang dengan gaji tinggi tetap kesulitan menabung karena gaya hidup yang terus meningkat, sementara tidak sedikit pekerja bergaji sederhana yang berhasil mengumpulkan aset berkat disiplin dan konsistensi.

Dengan memecah target menjadi lebih kecil, menerapkan prinsip menabung di awal, mengatur anggaran secara disiplin, mencari sumber pendapatan tambahan, berinvestasi secara rutin, serta mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, target tabungan tiga digit pertama bukan lagi sekadar impian. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap bulan dapat menjadi fondasi kuat menuju kondisi keuangan yang lebih sehat dan masa depan yang lebih aman.

Editor : Mahendra Aditya
#tabungan 100 juta #cara menabung cepat #tips mengatur gaji kecil #investasi pemula #pengelolaan keuangan pribadi