Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

IHSG Kembali Anjlok Jelang Pengumuman Penting, Bagaimana Kondisi Saham BCA?

Zakarias Fariury • Senin, 24 Maret 2025 | 17:37 WIB
Ilustrasi saham
Ilustrasi saham

RADAR KUDUS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi tajam di awal pekan, mengawali perdagangan dengan kinerja yang lesu.

IHSG dibuka turun 0,43% ke level 6.231,21 dan semakin merosot dalam satu jam pertama perdagangan.

Hingga pukul 10.00 WIB, indeks tercatat anjlok 2,27% ke level 6.116,15, atau turun 142 poin.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah membayangi IHSG dalam beberapa pekan terakhir.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 100 saham mencatatkan kenaikan, sementara 489 saham mengalami pelemahan, dan 181 saham stagnan.

Nilai transaksi pada sesi pagi ini mencapai Rp 3,93 triliun dengan volume perdagangan mencapai 3,91 miliar saham dalam 329 ribu kali transaksi.

Saham Blue Chip Tertekan, Investor Cermati Pengumuman Danantara

Saham-saham unggulan (blue chip) kembali mengalami tekanan jual, terutama di sektor perbankan, perusahaan milik konglomerasi besar, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan investor menjelang pengumuman penting terkait kepengurusan Dana Abadi Negara (Danantara), yang dinilai akan membawa dampak signifikan terhadap pasar keuangan.

Selain itu, hari ini pemerintah juga secara resmi mengalihkan seluruh saham Seri A ke PT Biro Klasifikasi Indonesia, yang kini menjadi bagian dari holding operasional yang dikendalikan oleh Danantara.

Langkah ini merupakan bagian dari skema penyertaan modal negara yang telah lama dirancang.

Prediksi Perdagangan Sepekan: IHSG Berpotensi Kembali Tertekan

Baca Juga: Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!

Pasar saham diperkirakan masih akan menghadapi tekanan sepanjang pekan ini. Dengan semakin dekatnya periode libur Lebaran, sebagian investor cenderung mengurangi aktivitas transaksi mereka, baik melalui aksi jual saham untuk merealisasikan keuntungan (profit taking) maupun dengan menunda transaksi hingga setelah hari raya.

Jika melihat kinerja IHSG dalam sepekan terakhir, indeks telah terkoreksi sebesar 3,95%, turun ke level 6.258,18 pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025).

Dengan masih tersisa dua pekan menjelang libur Lebaran, tekanan terhadap indeks diprediksi akan terus berlanjut. Sepanjang tahun ini, IHSG telah mengalami penurunan sebesar 11,61%.

Puncak tekanan terjadi pada perdagangan Selasa (18/3/2025), di mana IHSG sempat mengalami trading halt setelah anjlok 7,11% ke level 6.011,84.

Fenomena ini menambah kekhawatiran pasar terkait tren bearish yang berkepanjangan.

Dalam satu bulan terakhir, investor asing tercatat telah melakukan aksi jual bersih (Net Foreign Sell) sebesar Rp 19,85 triliun

Sementara itu, sepanjang tahun 2025, dana asing yang keluar dari Bursa Efek Indonesia telah mencapai Rp 30,82 triliun.

Danantara Umumkan Kepengurusan Baru, Pasar Menanti Keputusan Strategis

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dijadwalkan akan menggelar konferensi pers penting pada hari ini, Senin (24/3/2025), pukul 11.00 WIB.

Acara ini bertujuan untuk mengumumkan susunan kepengurusan terbaru serta langkah strategis yang akan diambil oleh lembaga tersebut.

Konferensi pers ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

Susunan kepengurusan baru ini menjadi perhatian utama pelaku pasar, mengingat Danantara akan mengelola aset negara dalam jumlah yang sangat besar. Sejak diresmikan pada 24 Februari 2025, lembaga ini telah menarik perhatian luas karena perannya dalam mengelola aset strategis BUMN.

Baca Juga: Klaim Saldo DANA Rp500 Ribu Hari Ini 23 Maret 2025, Gratis dari Aplikasi Penghasil Uang! Gampang Caranya!

Pendanaan Awal dan Portofolio Danantara

Sebagai lembaga pengelola investasi negara, Danantara diproyeksikan akan memiliki pendanaan awal (initial funding) sebesar US$ 20 miliar. Pada tahap awal, lembaga ini akan menaungi setidaknya tujuh BUMN besar, yaitu:

Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa Danantara kemungkinan besar akan mengelola seluruh aset BUMN.

Jika mengacu pada tujuh perusahaan tersebut saja, maka total dana kelolaan Danantara bisa mencapai Rp 9.000 triliun.

Keberadaan Danantara sebagai pengelola aset terbesar di Indonesia menjadikannya lembaga strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional.

RUPST Bank Himbara: Investor Menanti Keputusan Penting

Selain pengumuman kepengurusan Danantara, pelaku pasar juga mencermati agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) empat bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

RUPST ini diperkirakan akan membawa keputusan penting terkait kepemimpinan dan kebijakan strategis bank-bank tersebut.

Berikut jadwal RUPST bank Himbara pekan ini:

Dalam agenda RUPST ini, keempat bank kemungkinan akan melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris.

Selain itu, para pemegang saham juga menantikan pengumuman terkait langkah strategis yang akan diambil masing-masing bank, termasuk kebijakan pembagian dividen.

Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

IHSG masih berada dalam tekanan di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk kepengurusan Danantara serta persiapan menghadapi libur Lebaran.

Tren pelemahan yang terus berlanjut juga dipicu oleh aksi jual yang dilakukan oleh investor asing dalam jumlah besar.

Sementara itu, keputusan yang akan diambil dalam konferensi pers Danantara serta RUPST bank Himbara diprediksi akan menjadi faktor penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa pekan ke depan.

Pasar saham domestik masih menghadapi tantangan besar, dan investor diharapkan tetap waspada terhadap dinamika yang terjadi di pasar keuangan.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#ihsg #indeks saham #IHSG Anjlok #ekonomi #Saham #BBCA #investasi #IHSG ambruk #anjlok #bca