BLORA - Kakak Beradik di Kelurahan Kunden, Kabupaten Blora hidup ditengah keprihatinan.
Selain tinggal di rumah yang kumuh. Sang adik juga diketahui tak mau sekolah lantaran tak ada yang memandikan saat hendak berangkat sekolah.
Fiqri Hidayat, Lurah Kunden menuturkan, kedua kakak beradik tersebut sudah lama ditinggal oleh sang ibu.
Baca Juga: Kasihan Sekali, Kakak Beradik di Blora Ini Tak Mau Sekolah dan Tinggal di Rumah Kumuh, Ini Alasannya
Baca Juga: Dampak Kekeringan di Blora Semakin Meluas, Bupati Turun Tangan Lepas Bantuan Air Ratusan Tangki
Sementara, sang ayah diketahui bekerja di Kecamatan Cepu dan hanya pulang seminggu sekali.
Sehingga, kakak beradik yang diketahui Bernama Bagas dan Yoga itu tidak ada yang memonitor dalam kesehariannya.
"Sebelumnya saya dapat kabar dari Kepala Sekolahnya bahwa Yoga, yang kecil sudah seminggu nggak masuk sekolah. Tadi ditanya oleh bunda Ain (istri Bupati Blora), katanya gak mau mandi kalo pagi,” terangnya.
Baca Juga: Pertalite Dihapus 2024 Diganti Pertamax Green 92, Baru Usulan!
Baca Juga: Putrinya Bakal Menikah di AS, Sandiaga Uno Spill Calon Menantu
Atas persoalan-persoalan itu, menurut Fiqri pihaknya akan berkomunikasi dengan ayah kedua anak tersebut.
Beruntung, belakangan berbagai pihak menunjukkan kepedulian.
Baca Juga: NGERI! Empat Tewas dalam Kecelakaan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu di Ngawi, Begini Kronologinya!
Baca Juga: Innalillahi! Tabrakan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu di Ngawi, Sopir Tewas, Ini Identitasnya
Di antaranya ditunjukkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Ainia Solichah.
Bunda Ain -panggilan akrab istri Bupati Blora- ini langsung bertemu dengan keduanya, Yoga dan Bagas.
Keduanya kakak beradik yang bertempat tinggal di RT 3/RW 3 Kelurahan Kunden.
“Kenapa kok gak sekolah? Mas Bagas nanti rumahnya dibersihkan ya, kan di SKB sudah diajari sama bapak ibu guru," ujar Bundai Ain saat menyambangi keduanya di rumah kediaman.
Baca Juga: Breaking News! Tabrakan Maut Bus Eka vs Sugeng Rahayu di Jalan Geneng Ngawi, Dua Bus Hancur!
Baca Juga: Ngeri! Diseruduk Truk di Jalan Sragen-Ngawi, Pasutri Asal Ngawi Tewas di Lokasi, Begini Kronologinya
Bunda Ain merasa prihatin dengan kondisi Anak Tidak Sekolah (ATS) ini.
“Ayahnya pulangnya seminggu sekali. Nanti orang tuanya akan kami tanya, apakah Yoga boleh kita masukkan ke panti asuhan?," imbuh istri bupati Blora itu.
Dia juga berharap pihak kelurahan dapat segera berkomunikasi dengan orang tua.
Selain itu, Bunda Ain berharap ada perhatian dari kelurahan tentang kondisi rumah ATS ini.
“Kedua anak ini sudah kita bantu mendaftarkan ke SKB dan SDN 1 Kunden," jelasnya. (tos/khim)
Editor : Abdul Rokhim