Informasi yang dihimpun, sebelumnya pada (6/12) ada orkes dangdut di Desa Dologan. Kemudian terjadi perkelahian antarkelompok. Setelah pertunjukan selesai, E ,17, dan B,18, tak kunjung pulang hingga magrib. Kemudian dilakukan pencarian hingga esok harinya (7/12).
Sekitar pukul 14.15 kedua korban ditemukan di sekitar sungai. Dikonfirmasi terkait peristiwa ini, Kapolres Blora AKBP Iraga Dimas Tama menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara medis. Hasil visum menunjukkan kedua korban meninggal karena kekurangan oksigen.
”Ini data-data dari visum," katanya.
Selain itu, juga ditemukan adanya benturan benda tumpul. Terkait hal tersebut, hingga kemarin pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Apakah benda tumpul yang dimaksud dihantamkan sebelum korban meninggal atau saat korban hanyut di sungai. ”Kami sedang melakukan penyelidikan," terangnya.
Sementara itu, kejadian ini juga diiringi munculnya rekaman video perkelahian. Rumor yang beredar, dua korban diduga terlibat dalam perkelahian tersebut.
Menanggapi hal ini, Kapolres menyampaikan, dalam rekaman tersebut memang tampak ada seseorang yang memegang kunci baut motor. Kemudian digunakan untuk memukul. Namun pihaknya menegaskan orang yang terkena pukulan tersebut bukanlah korban.
Dari informasi sementara, kapolres menjelaskan, satu korban terlibat perkelahian. Sedangkan satunya tidak terlibat. ”Entah kenapa dua-duanya bisa meninggal. Masih dalam penyelidikan lebih mendalam," ungkapnya.
Hingga kemarin siang, Polres Blora sedang memanggil semua pihak yang terlibat dalam perkelahian. Dari pemeriksaan tersebut, diharapkan bisa memperkuat kronologi penyebab korban meninggal. ”Segera kami ambil keterangan. Kalau memenuhi unsur pidana kami proses," imbuhnya. (vah/lin) Editor : Saiful Anwar