REMBANG – Belum sepekan kasus bunuh diri terjadi lagi di Rembang.
Jika sebelumnya gadis berusia 19 tahun, kali ini pria berusia 53 tahun ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di rumahnya.
Lokasinya di Desa Mrayun, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, pada Sabtu (15/11) dini hari.
Korban bernama Ngasirun seorang buruh harian lepas, diduga mengakhiri hidupnya karena depresi akibat terlilit hutang.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, Kejadian tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat itu istri korban, Darmilah, 52, yang juga berprofesi sebagai ibu rumah tangga, bangun untuk melaksanakan salat Subuh.
Ia mendapati suaminya tidak berada di kamar tidur.
Setengah jam kemudian, sekitar pukul 04.30 WIB, Darmilah mencari ke seluruh rumah dan akhirnya menemukan Ngasirun tergantung di sebelah rumah menggunakan tali.
Panik dan histeris, Darmilah langsung memanggil anaknya, yang masih belum bekerja. Ahmad kemudian menghubungi tetangga.
Para saksi ini tinggal di lingkungan yang sama, yaitu RT 004 RW 002 Desa Mrayun. Warga segera dihubungi, dan laporan cepat sampai ke Polsek Sale.
Petugas Polsek Sale, didampingi Babinsa Desa Mrayun Serda Sukismanto, tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama kemudian.
Mereka langsung memanggil tim medis dari Puskesmas Sale.
Setelah pemeriksaan, petugas kesehatan menyatakan Ngasirun telah meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban.
Bekas lilitan tali di leher terlihat jelas, namun mulut tidak menjulur.
Jarak simpul tali dengan leher korban sekitar 80 cm, sementara tinggi dari tanah ke simpul tali mencapai 226 cm.
Menurut keterangan warga setempat, Ngasirun belakangan ini sering tampak murung karena terbelit hutang.
Motif depresi akibat masalah ekonomi ini menjadi dugaan utama penyebab bunuh diri.
Keluarga korban, menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah belaka.
Hingga berita ini ditulis Polsek Sale Iptu Hengki Irawan belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi. (ali)
Editor : Ali Mustofa