JAKARTA – Fenomena alam seperti gerhana bulan bukan hanya menarik secara astronomi, tapi juga memiliki makna ibadah dalam Islam.
Salah satu amalan yang dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan adalah sholat gerhana bulan—dikenal sebagai Salat Khusuf.
Ibadah ini termasuk sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW.
Apa Itu Sholat Gerhana Bulan?
Sholat gerhana bulan adalah sholat sunnah yang dilaksanakan saat bulan sedang mengalami gerhana. Gerhana terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga cahaya matahari tidak sampai ke bulan sepenuhnya.
Saat fenomena ini terlihat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk sholat, dzikir, doa, dan bersedekah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, bukan karena kematian atau kehidupan seseorang, dan umat Islam diperintahkan untuk sholat serta berdoa ketika melihatnya.
Hukum dan Waktu Pelaksanaan
Sholat gerhana bulan memiliki hukum sunnah muakkadah—sangat dianjurkan namun tidak wajib. Ibadah ini hanya boleh dilakukan selama gerhana berlangsung, dimulai sejak fase awal gerhana terlihat sampai fase akhir ketika bulan kembali normal.
Waktu ini berbeda dengan waktu sholat fardhu lima waktu, karena gerhana bisa terjadi kapan saja di malam hari.
Dalam praktiknya, sholat gerhana tidak mempunyai adzan dan iqamah seperti sholat wajib. Untuk menandai akan dimulainya sholat, imam atau makmum dapat mengumumkan dengan seruan Ash-shalaatu jaami’ah sebelum sholat berjamaah dimulai.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Tata Cara Sholat Khusuf yang Dianjurkan
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)
-
Niat: Berniat menunaikan sholat sunnah gerhana bulan (usholli sunnatal khusuufi ra’ataan lillaahi ta’aala).
-
Rakaat: Sholat dilakukan dua rakaat, namun setiap rakaat memiliki empat rukuk (gerakan membungkuk) atau dua rukuk panjang menurut beberapa ulama.
-
Bacaan:
-
Pada setiap rakaat, setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat panjang dari Al-Qur’an.
-
Rukuk dan sujud dilakukan lebih lama dari sholat biasa yang mencerminkan penghormatan terhadap tanda kebesaran Allah.
-
-
Khutbah: Setelah sholat, imam dapat memberikan khutbah singkat berisi pujian kepada Allah, pengingat tentang hari akhir, serta ajakan berdoa dan bersedekah.
Amalan yang Dianjurkan Saat Gerhana
Selain sholat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak:
-
Takbir dan dzikir,
-
Doa meminta ampunan dan kebaikan,
-
Sedekah kepada yang membutuhkan sebagai bentuk peduli sesama, serta
-
Istighfar (mohon ampun kepada Allah).
Fenomena gerhana bulan menjadi momentum untuk merenungkan kebesaran Allah dan memperbanyak amal ibadah, bukan sekadar peristiwa alam semata.
Jadwal Sholat (Contoh Umum) Saat Gerhana Bulan
Waktu sholat fardhu tetap mengikuti jadwal lokal masing-masing wilayah. Berikut contoh jam sholat harian sebagai acuan saat melaksanakan sholat gerhana:
| Sholat | Waktu Umum |
|---|---|
| Subuh | sekitar fajar sebelum sunrise |
| Zuhur | ketika matahari tergelincir dari puncaknya |
| Ashar | sore hari sebelum Maghrib |
| Maghrib | saat matahari terbenam |
| Isya | setelah hilang merah di ufuk barat |
Catatan: Sholat gerhana dilaksanakan selama gerhana berlangsung, tidak tergantung pada salah satu waktu sholat wajib lima waktu.
Editor : Mahendra Aditya