Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cukup dari HP, Pencatatan Keuangan UMKM Jadi Lebih Mudah

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Maulana Fajar, S.M., M.M; (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)
Maulana Fajar, S.M., M.M; (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)

Advertisement

Pertanyaan:

Saya menjalankan usaha UMKM sebagai pekerjaan sampingan untuk menambah pendapatan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Namun, saya sering kesulitan mencatat keuangan usaha dengan rapi sehingga tidak tahu secara pasti keuntungan yang saya peroleh.

Advertisement

Apa solusi yang bisa saya lakukan agar pencatatan keuangan usaha lebih efisien?

Jawaban:

Menjalankan usaha UMKM menjadi konsep paling sederhana di dalam memulai suatu usaha. UMKM atau usaha mikro kecil menengah menjadi solusi krusial untuk mencari pendapatan di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini.

Advertisement

Mencoba usaha dengan tingkatan UMKM dapat dijadikan pekerjaan sampingan bagi pihak–pihak yang sudah mempunyai pekerjaan formal sebelumnya. 

Tujuannya tentunya adalah menambah pendapatan untuk keperluan ketahanan ekonomi, mengingat harga–harga kebutuhan saat ini semakin tinggi dari berbagai sisi. 

Meskipun demikian, salah satu kekurangan yang sering dialami oleh banyak pelaku UMKM berbasis pada hasil observasi penulis adalah, kekurangan di dalam metode pencatatan keuangan yang berdampak pada inefisiensi pencatatan transaksi.

Seringkali pencatatan yang dilakukan masih menggunakan metode tradisional sehingga berpotensi banyaknya catatan pengeluaran atau pemasukan yang tidak tercatat sehingga catatan nilai profit menjadi tidak akurat.

Advertisement

Artikel Terkait

Berjualan Gorengan Tetap Butuh Pembukuan, Ini Alasannya Menurut Dosen Akuntansi FEB UMK

Berjualan Gorengan Tetap Butuh Pembukuan, Ini Alasannya Menurut Dosen Akuntansi FEB UMK

Meski berskala kecil, usaha gorengan tetap membutuhkan pencatatan keuangan. Pembukuan sederhana membantu mengetahui laba, mengontrol biaya, dan menjadi dasar pengembangan usaha yang lebih terarah.

Mengenal Khilda Evita Aisya, Anak Guru Honorer di Kudus Raih IPK 3,95 dan Jadi Wisudawan Terbaik UMK

Mengenal Khilda Evita Aisya, Anak Guru Honorer di Kudus Raih IPK 3,95 dan Jadi Wisudawan Terbaik UMK

Berbekal beasiswa tahfidz, Khilda Evita Aisya berhasil menyelesaikan kuliah dengan IPK 3,95 dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UMK.

Anak Enggan Meneruskan Usaha Keluarga? Jangan Dipaksa, Coba Cara Ini!

Anak Enggan Meneruskan Usaha Keluarga? Jangan Dipaksa, Coba Cara Ini!

Fenomena banyak dialami pelaku UMKM keluarga. Generasi muda, terutama Generasi Z, memiliki pandangan karier yang berbeda dengan orang tuanya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer