
Pertanyaan:
Saya memiliki usaha mebel yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Usaha ini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.
Namun, anak saya justru lebih tertarik bekerja di perusahaan dibandingkan meneruskan usaha keluarga. Bagaimana cara menumbuhkan minat anak agar mau menjadi penerus usaha keluarga? (Budi, Jepara)
Jawaban:
Fenomena ini banyak dialami pelaku UMKM keluarga. Generasi muda, terutama Generasi Z, memiliki pandangan karier yang berbeda dengan orang tuanya.
Mereka cenderung mencari pekerjaan yang sesuai minat, memiliki fleksibilitas, peluang belajar, dan jenjang karier yang jelas. Karena itu, memaksa anak meneruskan usaha keluarga justru dapat menimbulkan konflik.
Beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Kenalkan Bisnis Sejak Dini
Libatkan anak secara bertahap dalam kegiatan usaha, bukan sebagai pekerja, tetapi sebagai bagian dari proses belajar. Biarkan mereka memahami bagaimana usaha dibangun dan berkembang.
- Berikan Ruang untuk Berinovasi
Generasi muda umumnya memiliki ide baru, terutama dalam digitalisasi, pemasaran, dan teknologi. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mencoba gagasan tanpa selalu membandingkan dengan cara lama.
- Bangun Komunikasi Terbuka
Tanyakan cita-cita, minat, dan kekhawatiran mereka terhadap bisnis keluarga. Dengarkan lebih banyak daripada memerintah. Keputusan menjadi penerus akan lebih kuat jika lahir dari kesadaran, bukan tekanan.
- Tunjukkan Bahwa Bisnis Memiliki Masa Depan
Banyak anak enggan melanjutkan usaha karena menganggap bisnis keluarga tidak berkembang. Oleh karena itu, tunjukkan bahwa usaha terus berinovasi, memiliki prospek, dan mampu memberikan peluang karier yang menjanjikan.
- Siapkan Proses Suksesi Secara Bertahap
Berikan tanggung jawab sedikit demi sedikit, misalnya mengelola pemasaran digital, pengembangan produk, atau hubungan pelanggan. Pendekatan ini membuat mereka lebih percaya diri sebelum memimpin usaha sepenuhnya.



