RADAR KUDUS – Belum lama ini sempat viral joki strava, layanan joki aplikasi olahraga lari yang membuat pemilik aplikasinya tidak usah bersusah-susah olahraga karena pengunaannya bisa digantikan orang lain.
Masih dalam satu topik, tak lama setelah itu viral cerita beragam perjokian di Indonesia. Khususnya yang terjadi di dunia akademik kampus.
Yang tak kalah mengagetkan adalah, diceritakan di media massa lumrah bagi seseorang untuk menjual jasanya mengerjakan skripsi orang lain, tak terkecuali mahasiswa kedokteran.
Seperti yang diterangkan oleh akun x @bakul*****, yang kemudian viral dan direpost banyak orang.
”ternyata beneran ada ya joki tugas kedokteran,” tulis akun tersebut dengan gambaran pamflet joki tugas yang bertuliskan font besar:
“@jokitugas.gazz Melayani Joki tugas Kedokteran Dan all Matkul Berkaitan dengan Kedokteran”
Banyak netizen merespon dengan kaget karena tidak menyangka ada juga mahasiswa kedokteran yang menggunakan jasa joki skripsi. Beberapa netizen yang mengetahui perjokian di sekitarnya juga turut bercerita. Bahwa pengguna joki skripsi juga merupakan alumni kampus ternama.
Akun @ariomaz** juga menceritakan kisah perjokian yang ia dengar dari dosennya di salah satu kampus negeri ternama di Jogja.
Mahasiswa yang menggunakan jasa joki itu ketahuan saat ujian skripsi. Mahasiswa itu salah sebut istilah nama tokoh saat presentasi skripsi.
Dalam papernya tertulis Xi Jinping namun mahasiswa tersebut justru menyebut “Sebelas Jinping”. Padahal mahasiswa tersebut adalah mahasiswa program studi Internasional.
Lalu ada pula yang bercerita.
“..ada mahasiswa Ilmu Politik pake joki buat tugas papernya..nah itu Joki trenyata maen copy paste dari paper..merasa aman dia langsung presentasi di kelas, pas presentasi dia baru sadar kalo papernya dalam Bahasa Melayu, Malaysia. Bayangin dah, udah pakai Joki, eh jokinya plagiat,” tulis akun @Soundof****
Ada juga netizen yang bercerita penyebutan nama tokoh yang salah selama bimbingan skripsi.
“Aku sebagai anak sasing diceritain ada anak yang ngejoki. Katanya selama bimbingan, katingku ini bilang dia bakal pake teori Foucault buat analisis film. Cuma bilang “Foucault” pas defense, eh dia nyebut Mrs. Foucault..itu sejarah termemalukan dosbingku, dia bener-bener malu,” tulis akun @cokoleza***
Editor : Noor Syafaatul Udhma