RADAR KUDUS - Harga emas yang sudah hampir menyentuh angka Rp 2 juta per satu gram membuat masyarakat antusias untuk membelinya.
Instrumen investasi ini dinilai cocok untuk simpanan jangka panjang jika memperhatikan grafik kenaikan yang cenderung positif.
Melansir website resmi Pegadaian, sampai dengan Sabtu (26/4) siang, harga jual emas Galeri 24 berada diangka Rp 1,963 juta per saru gram, Antam berada diangka Rp 2,048 juta per satu gram, dan UBS seharga Rp 1,991 juta per satu gram.
Tren harga yang positif ini disambut antusias masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Di Pegadaian Cabang Rembang, transaksi emas mengalami kenaikan sekitar 25 persen jika dibandingkan dengan awal tahun 2025.
Kepala Pegadaian Cabang Rembang Ilham Apriyanto Mustaqim mengatakan, kenaikan itu didominasi transaksi pembelian emas melalui program cicil emas.
Memang, dalam kurun waktu sekitar satu bulan ini terdapat kenaikan harga emas yang cukup signifikan.
"Ada kenaikan di cicil emas. Ya hampir sebulan. Kalau (dibandingkan) dari tahun lalu kami naik (transaksi emas di Pegadian Rembang, Red) 100 persen. Kalau dari awal tahun (awal tahun 2025, Red) ya 25 persen sampai 35 persen," katanya.
Menurutnya saat ini ada kecenderungan masyarakat yang berharap kedepan akan ada kenaikan harga emas.
Menurut Ilham, investasi emas bisa bersifat menjaga kekayaan agar tidak terdampak inflasi.
Sebab, nilai jual instrumen investasi ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
"Karena emas akan menutup inflasi," katanya.
Ilham sendiri memiliki pengalaman pribadi dalam berinvestasi emas.
Dia memberikan gambaran, sejak dirinya mulai mengenal emas pada 2007 silam, sampai sekarang grafik harga emas memang mengalami naik turun.
Contohnya pada 2012, terjadi penurunan harga emas dari sekitar Rp 500 ribu menjadi Rp 400 ribu.
Meki demikian, secara bertahap emas mengalami kenaikan hingga pada 2021 menjadi Rp 1 juta.
Kemudian, emas kembali mengalami sedikit penurunan menjadi sekitar Rp 850 ribu sampai dengan Rp 900 ribu.
Setelahnya, grafik harga terus naik hingga saat ini hampir menyentuh Rp 2 juta per satu gram.
Sehingga, bagi Ilham, investasi emas cocok untuk jangka panjang.
"Ada grafiknya yang turun, kalau jangka pendek akan mengalami kerugian," katanya.
Tetapi kalau untuk lima tahun, enam tahun lebih ada kenaikan," imbuhnya.
Ia menjelaskan, investasi emas memiliki keunggulan dibandingkan instrumen investasi lain.
Yakni, sifatnya mudah dicairkan dalam waktu cepat.
Sebab, emas bisa dijual dengan mudah kapan saja.
"Kalau emas, dibawa ke Pegadaian laku, ke toko emasnya laku. Secara logika proses untuk mencairkan lebih mudah," ungkapnya.
Dengan adanya fenomena kenaikan harga emas, kata Ilham, masyarakat semakin antusias untuk mengalihkan tabungannya menjadi investasi emas.
Pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berinvestasi. (vah)
Editor : Mahendra Aditya