Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diduga Depresi dan Terlibat Cekcok Rumah Tangga, Nelayan di Sarang Nekat Gantung Diri

Ali Mahmudi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:35 WIB
OLAH TKP: Petugas Polrsek Sarang melakukan olah tempat kejadian perkara aksi bunuh diri warga Desa Bajingjowo, Sarang Rembang, Jumat Sore. (POLSEK SARANG UNTUK RADAR KUDUS)
OLAH TKP: Petugas Polrsek Sarang melakukan olah tempat kejadian perkara aksi bunuh diri warga Desa Bajingjowo, Sarang Rembang, Jumat Sore. (POLSEK SARANG UNTUK RADAR KUDUS)

REMBANG – Tragis dialami oleh Renaldi Saputra, 24, seorang nelayan asal Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa akibat gantung diri di dalam sebuah rumah yang terletak di Desa Bajingjowo, Kecamatan Sarang, pada Jumat sore (5/6/2026).

Aksi nekat pemuda tersebut diduga kuat dipicu oleh depresi serta perselisihan rumah tangga yang kerap terjadi dengan sang istri terkait masalah keuangan dan kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras).

Kapolsek Sarang AKP Yuli Sri Mulyani saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri, Siti Maesharoh, 22, sekitar pukul 18.30 WIB.

"Sebelum kejadian, tepatnya sekira pukul 17.30 WIB, antara korban dan istrinya sempat terlibat cekcok mulut. Sang istri merasa kecewa karena setiap kali korban pulang dari berlayar (miyang), uang hasil kerjanya tidak diberikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Kapolsek Sarang.

Uang hasil melaut tersebut diduga kerap digunakan korban untuk membeli minuman beralkohol.

Kebiasaan mengonsumsi miras ini pula yang membuat korban sering marah-marah tanpa sebab di rumah, hingga memicu keretakan rumah tangga.

Usai pertengkaran tersebut, sekira pukul 18.00 WIB, sang istri memilih keluar rumah sembari membawa anak mereka yang baru berusia 15 bulan.

Namun, saat kembali ke rumah setengah jam kemudian, ia mendapati suaminya sudah dalam posisi tergantung pada blandar (atap) rumah menggunakan seutas kain selendang.

Melihat suaminya tergantung, Siti Maesharoh langsung berteriak histeris dan keluar meminta pertolongan. Ia kemudian memberitahu Junari, 52, warga setempat, serta Kepala Desa Bajingjowo, Mastain, 52.

Saat dicek bersama-sama, nadi korban dipastikan sudah tidak berdenyut.

Peristiwa tersebut kemudian langsung dilaporkan oleh pihak pemerintah desa ke Polsek Sarang sekira pukul 18.45 WIB.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, korban diketahui sempat meluapkan kekesalan dan frustrasinya melalui status WhatsApp sebelum melakukan aksi nekatnya. 

Status berbahasa Jawa tersebut berbunyi kemarahan mendalam terhadap situasi rumah tangganya.

Selain itu, pihak keluarga juga mengakui bahwa belakangan ini korban menunjukkan gelagat aneh dan sering marah-marah tanpa sebab, menyerupai gejala orang yang sedang mengalami depresi berat.

Petugas kepolisian bersama tim medis dari UPT Puskesmas 1 Sarang langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik luar pada jenazah korban.

Dari hasil pemeriksaan medis, petugas memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh pemuda berusia 24 tahun tersebut.

"Di leher korban hanya tampak luka lecet tekan melingkar dari bagian depan hingga belakang, yang murni disebabkan oleh jeratan tali. Pusat tali simpul pada blandar rumah yang digunakan setinggi 210 sentimeter," jelas AKP Yuli Sri Mulyani.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kain selendang yang digunakan untuk gantung diri, serta pakaian yang dikenakan korban berupa kaos merah dan celana panjang krem.

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah.

Mereka menolak untuk dilakukan proses otopsi dan meminta jenazah langsung diserahkan agar bisa segera dimakamkan secara layak. (ali)

Editor : Ali Mahmudi
#bunuh diri nelayan sarang #Rembang hari ini #diduga depresi #polres rembang #Polsek Sarang