REMBANG — Sungai di Dusun Krinjo, Desa/Kecamatan Sale, mendadak berubah wujud pada Minggu (31/5/2026).
Aliran yang biasanya bening kehijauan tiba-tiba penuh busa putih, berbau menyengat, dan membakar kulit siapa pun yang tersentuh.
Warga menuding limbah pabrik kulit setempat sebagai biang keladinya.
Ketua RT 03 RW 01 Desa/Kecamatan Sale, Maryuhono menyatakan perubahan itu mulai terjadi sejak pukul 09.00 WIB.
Hingga pukul 14.00 WIB, buih putih masih terus mengalir memenuhi permukaan sungai.
"Pembuangan limbah pabrik sudah keterlaluan. Lokasinya di sepanjang sungai Krinjo Sale. Bahunya ngeri, jika kena kulit gatal-gatal," tegasnya.
Cairan itu tak sekadar mencemari tampilan sungai. Maryuhono menyebut siapa pun yang terkena air tersebut merasakan gatal dan panas di kulit.
Warga lain, Sukur, menggambarkan baunya lebih gamblang. "Baunya busuk seperti bangkai," kata Sukur.
Yang membuat warga semakin geram, pencemaran ini bukan kejadian baru. Menurut Maryuhono, pabrik kulit di Sale sudah membuang limbah ke sungai selama puluhan tahun.
Dalam sepekan, pembuangan bisa terjadi tiga kali — dan saat musim kurban, bisa setiap hari.
Jalur pencemarannya pun panjang: dari RW 06, 04, hingga RW 01, lalu mengalir ke timur menuju wilayah Jatirogo, Jawa Timur.
Di sepanjang aliran itu, sungai masih dipakai warga untuk aktivitas sehari-hari.
Berulang kali warga turun ke jalan, berunjuk rasa ke Rembang. Hasilnya selalu sama.
"Walah sudah puluhan tahun. Tiap kali warga demo ke Rembang hasilnya ya nol," ujar Maryuhono, pasrah sekaligus geram.
Warga kini kembali berharap pihak berwenang mau bertindak, sesuatu yang selama ini tak pernah kunjung terwujud. (ali)
Editor : Ali Mahmudi