REMBANG – Setelah ditunggu selama 17 tahun, pembangunan Embung Kaliombo di Kecamatan Sulang akhirnya mulai dikerjakan. Mobilisasi alat berat dan pembersihan lahan telah berjalan sejak pekan lalu menyusul penandatanganan kontrak pada 5 Mei 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan kegiatan supervisi pembangunan dilakukan pada Sabtu (16/5). “Sudah kontrak. Sudah mulai pembersihan lahan. Alat berat juga sudah masuk,” katanya, Minggu (17/5).
Menurut Maryosa embung ini sangat strategis mengingat Kabupaten Rembang merupakan daerah yang relatif kering dengan curah hujan hanya 1.400–1.600 mm per tahun dan ketersediaan air yang terbatas.
Pembangunan infrastruktur air ini diharapkan meningkatkan ketahanan air baku, mendukung irigasi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Embung Kaliombo yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Capluk, Wilayah Sungai Jratunseluna, akan memberikan manfaat air baku sebesar 11 liter per detik untuk kebutuhan penduduk Desa Kaliombo dan Kabupaten Rembang.
Selain itu, embung ini akan mengairi lahan persawahan seluas 14 hektare serta berpotensi menjadi destinasi wisata air dan rekreasi keluarga.
Saat ini pekerjaan masih fokus pada pembersihan lahan. Selanjutnya akan dilanjutkan sesuai desain teknis yang telah ditetapkan.
Jalur masuk mobilisasi alat berat rencananya melewati ring satu, termasuk area Sekolah Rakyat (SR). Untuk informasi teknis lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Kepala Desa Kaliombo.
Volume tampungan 176.860,39 m³, luas genangan 86.433,49 m², tinggi embung sekitar 11 meter, panjang tubuh embung 190 meter, dan panjang saddle dam 77,50 meter.
Pembangunan ini diharapkan dapat berjalan sesuai target mutu, waktu, dan biaya yang telah ditetapkan. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi