REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) menyerahkan ratusan unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani (Poktan).
Penyerahan 406 unit Alsintan ini merupakan upaya nyata Pemda Rembang dalam modernisasi sektor pertanian lokal, bertujuan agar aktivitas petani menjadi lebih mudah, efisien, dan mendukung tercapainya swasembada pangan berkelanjutan.
Acara serah terima Alsintan Pemkab Rembang tahun anggaran 2025 ini ditandai dengan apel simbolis di halaman kantor Dintanpan, dipimpin langsung oleh Bupati Rembang, Harno.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro dan Kasi Intelijen Kejaksaan Rembang Yusni Febriansyah Efendy, Inspektur Daerah, Imung Tri Wijayanti, Anggota DPRD Gunasih.
Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan, salah satunya Anugerah Insan Pertanian, indeks pertanaman padi tertinggi se-Jateng.
Bupati Rembang Harno menyampaikan bahwa penyerahan Alsintan di tahun 2025 ini merupakan kali kedua, menunjukkan perhatian serius pemda terhadap sektor pertanian.
”Alhamdulilah setahun dua kali penyerahan alsintan. Ini bukti nyata Pemerintah Daerah (Pemda) memikirkan para bapak-bapak petani di Kabupaten. Agar lebih mudah, efisien,” kata Bupati Harno.
Ia menambahkan bahwa momen penyerahan ini sangat tepat karena bertepatan dengan masuknya masa tanam pertama, di mana traktor dan alat lain sangat dibutuhkan.
Bupati juga menegaskan kepada para penerima bahwa bantuan ini tidak dipungut biaya dan berpesan agar Alsintan dirawat dengan baik.
Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto, melaporkan bahwa total Alsintan yang diserahkan tahun 2025 ini mencapai 406 unit, dengan nilai nominal bantuan tembus Rp8,9 miliar.
Secara rinci, Alsintan bersumber dari APBD berjumlah 406 unit, yang terbagi dalam dua kategori utama: Prasarana Sarana Pertanian (PSP): 206 unit, termasuk 80 unit traktor roda 2, 29 cultivator, 29 kendaraan roda 3, dan 45 hand sprayer.
Perkebunan: 200 unit, termasuk 33 cultivator, 28 pompa air 3 inci, dan 100 handsprayer.
Selain itu, Dintanpan juga menerima tambahan 7 unit Alsintan dari APBN, yang terdiri dari 1 unit combine harvester, 1 traktor roda 4, dan 5 rotavator.
Agus berkomitmen akan menindaklanjuti arahan Bupati terkait perawatan alat agar bantuan bisa tahan lama dan dimanfaatkan secara bergantian.
”Kami akan tindaklanjuti arahan pak bupati untuk menghimbau kelompok bisa merawat lebih baik, sehingga tahan lama. Sehingga bantuan bisa secara bergantian yang lain,” jelasnya.
Terkait isu pemerataan, Dintanpan berencana melakukan pengecekan kewilayahan.
Apabila ditemukan ketidakseimbangan alokasi di tingkat kecamatan, Dintanpan akan mengusulkan kebijakan politis tahun depan untuk meratakan pembagian.
“Usulan penambahan unit combine harvester ke pemerintah pusat juga akan segera diajukan, dengan target minimal penambahan 10 unit setiap tahun agar kebutuhan panen tidak perlu lagi meminta bantuan dari daerah tetangga,” tambahnya. (noe/ali)
Editor : Mahendra Aditya