REMBANG – Seorang ibu muda asal Bangkalan, Jawa Timur, yang tinggal di Desa Pandean, Rembang, tak menyangka bayi laki-lakinya yang dibuang ke laut masih selamat.
Wanita berusia sekitar 20 tahun itu dilarikan ke RSUD dr. R. Soetrasno pada Minggu (16/11) pukul 15.00 WIB karena pendarahan pasca-melahirkan, didampingi seorang pria dan dikawal Polwan.
Kedatangan ibu tersebut selain karena pendarahan juga dipicu kabar dari media bahwa bayi yang ia kira telah meninggal ternyata hidup dan dirawat di rumah sakit yang sama.
"Mereka tahu kalau bayi yang dibuang ke laut itu masih hidup dan dirawat di RSUD dari media," ungkap Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, dr. Samsul Anwar.
Bayi laki-laki tersebut ditemukan pada Sabtu malam (15/11) oleh seorang pemancing ikan di laut sekitar Desa Pandean.
Bayi terbungkus plastik dan tersangkut kail pancing saat ditarik, menyebabkan luka gores di punggung bawah.
Bayi lahir dengan berat 2.510 gram dan panjang 47 cm. Saat ini, kondisinya membaik, sehat, dan menangis kuat sambil terus dirawat intensif di RSUD.
Sebelum menjalani perawatan intensif, ibu muda itu diizinkan melihat bayinya sebentar. Dalam momen haru itu, ia mengakui perbuatannya.
"Ibunya mengakui kalau itu anaknya,” beber Samsul.
Kabar keselamatan bayi memicu gelombang simpati masyarakat.
Sebanyak lima orang telah menyatakan minat untuk mengadopsi, tetapi prosesnya sepenuhnya menjadi wewenang Dinas Sosial dan Kepolisian.
Satreskrim Polres Rembang telah memeriksa enam saksi terkait kasus ini.
Namun, pemeriksaan mendalam terhadap ibu terduga pelaku ditunda karena kondisinya masih drop akibat pendarahan.
"Belum bisa memastikan pelakunya. Karena kondisinya drop [belum stabil]. Setelah stabil, kami dalami. Perkembangan akan disampaikan," tegas Kaur Binops Satreskrim Iptu Widodo Eko Prasetyo. (ali)
Editor : Zainal Abidin RK