REMBANG - Hari Jadi Rembang ke-284 terus dimatangkan. Serba-serbi kegiatan bakal memeriahkan hari bersejarah tersebut.
Seremonial ada upacara, pasar tani, pentas wayang kulit hingga pameran keris.
Pemerintah Rembang pekan lalu mematangkan kegiatan hari Jadi Rembang. Digelar sederhana, hiburan rakyat terbatas.
Sekda Rembang, Fahrudin menyampaikan acara hari jadi Rembang digelar sederhana. Ini sesuai pesan Bupati Rembang, Harno.
Hiburan rakyat digelar terbatas. Salah satunya akomodir kegiatan seni budaya.
”Kegiatan yang digelar mulai upacara, pameran keris, pasar tani. Untuk hiburan rakyat terbatas, ada pentas wayang kulit,” kata Fahrudin secara global saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus kemarin (20/7).
Pekan lalu Sekda telah menggelar rapat kesiapan hari jadi Rembang. Menekankan kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik.
Semua yang telah direncanakan dari mulai upacara dipastikan peserta dan gladi bersihnya.
”Upacara di depan pendapa Musuem RA Kartini. Semua saya suruh pastikan agar kegiatan berjalan dengan baik,” wanti- wantinya.
Pejabat asli desa Gandrirojo, kecamatan Sedan berharap semua OPD, instansi yang ada saling berkolaborasi sesuai cita-cita visi dan misi bupati. Muaranya untuk kesejahteraan rakyat Kabupaten Rembang.
Bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM), kesehatan dan lain sebagainya.
Secara tematik harus menjalankan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto. Menguatkan swasembada pangan.
Itu yang menjadi prioritas, termasuk penurunan kemiskinan hingga stunting.
”Intinya untuk menuju Kabupaten Renbang lebih baik, nyaman, aman dan sejahtera masyarakatnya,” harapannya.
Sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang menyusun kegiatan hari Jadi Rembang.
Ada yang sifatnya ritual, seremonial dan hiburan tradisional. Untuk kegiatan terkait ritual ziarah di 7 makam tokoh, baik tokoh pemerintahan maupun tokoh agama.
Kemudian masih berupa ritual ada tirakatan untuk mengeluarkan pusaka milik Pemkab Rembang. Juga akan menampilkan tari sifatnya tari ritual. Berupa tari gambuh.
Behitupun di lingkungan kantor bupati, termasuk dalam rangka mendukung ada expo di Balai Kartini Rembang. Digelar salah satu paguyuban masyarakat.
Tahun ini agenda karnaval juga tidak ada. Nanti tetap ada hiburan cukup besar menyedot masyarakat dengan hadirnya Denny Caknan di bulan Agustus. (noe)
Editor : Mahendra Aditya