Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Karyawan Pabrik Sepatu Tewas di Kamar Kos, Tidak Ditemukan Tanda Penganiayaan, Diduga Akibat Sakit Lambung

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 4 Juni 2025 | 02:32 WIB
DIGARIS POLISI: Petugas menunjukan TKP karyawan pabrik yang ditemukan tewas di kamar kos.
DIGARIS POLISI: Petugas menunjukan TKP karyawan pabrik yang ditemukan tewas di kamar kos.

REMBANG – Seorang karyawan pabrik sepatu di Rembang ditemukan tewas di kamar kosnya di Desa Padaran, Kecamatan Rembang.

Korban diketahui meninggal setelah tiga hari berada di dalam kamar. Korban diketahui bernama Budi Santoso (55), warga Desa Gale Catur RT 001 RW 005, Kecamatan Gaping, Kabupaten Sleman.

Kapolsek Rembang AKP Al Sutikna, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Priyo CH, bersama anggota, tim Inavis Polres Rembang, Anggota Resmob, Piket Reskrim, tim medis Puskesmas Rembang 2, serta Kepala Desa Padaran langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga: Pemeriksaan Hewan Kurban di Grobogan, Lima Sapi Cukup Umur dan Dua Sembuh dari LSD

Kecurigaan muncul dari teman korban yang merasa janggal karena korban tidak terlihat beraktivitas selama tiga hari terakhir seperti biasanya. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena penyakit lambung yang telah lama dideritanya.

Kapolsek Rembang AKP Al Sutikna, didampingi PS Kanit Reskrim Aiptu Priyo CH, membenarkan adanya seorang penghuni kos yang ditemukan meninggal dunia di kamar Kos Maju Nomor A5, yang berlokasi di Desa Padaran RT 4 RW 3, Kecamatan Rembang.

"Peristiwa diketahui pada Senin, 2 Juni 2025 sekitar pukul 21.30 WIB," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Duduk di Depan Kamar Sebelum Ditemukan Tewas

Berdasarkan keterangan saksi, pada Sabtu (31/5) sekitar pukul 15.00 WIB, Muharom Nur, rekan sesama karyawan pabrik sepatu, pulang ke rumahnya di Semarang.

Saat itu, ia melihat korban masih duduk di depan kamar kos dan sempat berpamitan. Korban pun merespons pamitan tersebut.

Pada Minggu, 1 Juni 2025 sekitar pukul 18.30 WIB, Muharom kembali ke kos dan mendapati kamar korban dalam keadaan tertutup.

Keesokan harinya, Senin (2/6) pukul 06.30 WIB, ia berangkat kerja dan saat pulang sekitar pukul 17.00 WIB, pintu kamar korban masih tertutup.

Baca Juga: UNAN Purwodadi Kukuhkan 47 Lulusan dalam Sumpah Profesi Ners dan Bidan

"Sekitar pukul 21.30 WIB, rekan kerja korban bernama Budiono, warga Mojokerto, mengajak Muharom mengecek kamar korban dari jendela," terangnya.

Karena korban tidak masuk kerja hari itu, mereka memutuskan mengecek ke kamar. Setelah dilihat dari jendela, korban tampak berada di dalam kamar, namun tidak merespons saat dipanggil.

Muharom kemudian menghubungi Agus, pengelola Kos Maju, untuk meminjam kunci cadangan. Namun ternyata, kunci cadangan dibawa oleh korban. Pengelola lalu meminta bantuan Edi untuk membuka jendela kamar dari luar.

Setelah jendela berhasil dibuka dan pintu kamar dibuka dari dalam, keempat saksi mendapati korban sudah tidak bernyawa.

Baca Juga: Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Pati, Tuntut Kaji Ulang Kenaikan PBB hingga 250 Persen

Jenasah korban dibawa menuju rumah duka.
Jenasah korban dibawa menuju rumah duka.

Diduga Meninggal karena Sakit Lambung

Kapolsek Rembang bersama tim gabungan dari Polres, Puskesmas Rembang 2, dan pihak desa langsung melakukan pemeriksaan di tempat kejadian.

"Hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Rembang 2 tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal akibat sakit lambung," jelasnya.

Jenazah kemudian dibawa menuju Yogyakarta dari rumah sakit sekitar pukul 06.30 WIB untuk dimakamkan di kampung halamannya. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#tewas di kamar kos #karyawan pabrik sepatu di Rembang tewas di kos #rembang #ditemukan tewas