REMBANG – Pendaftaran peserta thong-thonglek ditutup Sabtu (15/3) lalu. Total ada 24 grup. Mereka didominasi dari Rembang Kota.
Usai pendaftaran ditutup, besok tanggal 18 Maret 2025 digelar temu teknis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Kabupaten Rembang, Mutaqin melaporkan hingga hingga penutupan pendaftar mencapai 24 grub, dari target maksimal 25 grub thong-thonglek.
”Tahun lalu tidak sampai 20 peserta. Ini animo meningkat karena digelar keliling,” kata Mutaqin kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Secara kewilayahan belum bisa. Mendominasi masih Rembang kota, Kaliori, Sulang, Lasem, Pamotan dan Gunem.
“Grup dari kecamatan lain mungkin karena jaraknya menjadi salah satu pertimbangan belum bisa ikut memeriahkan,” ujarnya.
Seperti daerah Sale diperhitungkan lumayan jauh. Karena thong-thonglek butuh finansial yang cukup lumayan.
“Tapi Alhamdulillah ternyata juga ada pendaftar agak awal dari desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem,” imbuhnya.
Setelah proses pendaftaran berakhir tanggal 18 temu teknis. Antara panitia, perwakilan dewan juri dan para peserta thong-thonglek.
“Harapan kita tidak ada perubahan yang sangat krusial. Sesuai pesan pimpinan kita sederhana tapi meriah, rakyat senang. Mewujudkan visi-misi Kabupaten Rembang sejahtera,” tambahnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa