REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menunda penutupan pasar hewan.
Rencana akan ada pengetatan lalu lintas hewan satu kali sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang telah melaksanakan dua kali pengetatan pemeriksaan hewan sebelum masuk pasar.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hanya saja, saat dilakukan pengetatan, masih ditemui sapi bergejala PMK diperjualbelikan.
Sehingga Dintanpan memberikan rekomendasi pengetatan dengan melibatkan TNI-Polri atau menutup aktivitas pasar hewan sementara waktu.
Dintanpan juga telah menyampaikan usulan tersebut ke Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Rembang.
Dindagkop UKM Rembang berencana menutup pasar hewan selama sebulan. Mulai dari (25/1) di Pasar Hewan Kragan dan Selasa (28/1) di Pasar Hewan Pamotan.
Dalam perkembangannya, rencana penutupan tersebut ditunda sementara waktu.
Pemkab Rembang masih memberikan kesempatan satu kali untuk membuka pasar dengan pengetatan.
Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan menyampaikan, Bupati Rembang meminta agar dilakukan pembukaan pasar dengan pengetatan.
Apabila masih ditemukan ternak PMK yang diperjual belkan, opsi penutupan pasar akan tetap diambil.
"Yang tersampaikan ke kami, Pak Bupati meminta untuk satu momen pasar hewan dengan pengetatan pos skrining. Kalau dicoba masih sulit, bisa ditutup," katanya.
Selain itu, pembatalan penutupan pasar hewan ini juga mempertimbangkan jumlah kasus PMK di Kabupaten Rembang yang masih rendah.
Sampai dengan kemarin (24/1) tercatat ada 161 kasus dengan enam kematian.
Pengetatan pasar hewan ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
"Disamping angka tertulis kami masih rendah. Itu pertimbangan. Hasil kegiatan itu dilaporkan untuk dikaji. Kalau memang fix ditutup karena potensi penularannya meningkat," imbuhnya
Pihaknya juga akan menambah personel untuk melakukan pengetatan. Jika biasanya ada 15 petugas, rencana pengetatan ke depan akan melibatkan 22 petugas.
"Kami kerahkan dari Pamotan, Sedan, Sale, Pancur, Gunem. Mungkin total 15 (petugas pengetatan sebelumnya) yang kemarin. Sama ini (pengetatan selanjutnya) mungkin 22 (petugas pengetatan)," katanya. (vah/ali)
Editor : Ali Mustofa