Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dinas Gratiskan Masyarakat Nikmati Koleksi Museum Kartini Rembang, Ada Apa?

Wisnu Aji • Jumat, 11 Oktober 2024 | 16:17 WIB
ANTUSIAS: Para siswa di Rembang antusias melihat koleksi di Museum RA Kartini baru-baru ini.
ANTUSIAS: Para siswa di Rembang antusias melihat koleksi di Museum RA Kartini baru-baru ini.

REMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Batik dan Hari Museum Nasional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang menggelar acara "Calendar Event of Museum" yang berlangsung selama tiga hari mulai 10 hingga 12 Oktober 2024.

Acara ini mengusung tema "Museum is Symbol of Diversity" dan dibuka secara gratis untuk masyarakat umum.

Pada pembukaan acara yang digelar Kamis (10/10) ribuan pengunjung, mulai dari pelajar SD hingga SMA sederajat, memadati Museum RA Kartini Rembang.

Mereka tidak hanya melihat koleksi museum, tetapi juga menikmati berbagai kegiatan menarik seperti pameran jamu tradisional, belajar menari, hingga membatik yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Kepala Dinbudpar Rembang, Mutaqin, menjelaskan bahwa acara ini sengaja disinergikan dengan kegiatan sekolah, khususnya pada masa jeda pelaksanaan kurikulum merdeka dengan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Acara ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Museum Nasional bulan ini,” ujarnya kepada Radar Kudus.

Acara ini juga melibatkan kerjasama antara Museum RA Kartini dengan Museum Nyah Lasem dan Islam Nusantara Lasem.

Pada hari pertama, pengunjung bisa menikmati pameran jamu tradisional, serta berpartisipasi dalam kegiatan budaya seperti membatik dan belajar tari khas Rembang, yakni Tari Orek-Orek dan Tari Gondorio.

“Melalui kegiatan membatik dan menari, kita ingin melestarikan budaya lokal, terutama batik Lasem yang menjadi ciri khas Rembang,” tambah Mutaqin.

Jamu tradisional juga menjadi salah satu highlight acara, mengingat RA Kartini dikenal menggunakan jamu untuk merawat kecantikan dan kebugarannya.

Di dalam Museum RA Kartini, pengunjung bisa melihat koleksi bothekan atau tempat penyimpanan jamu tradisional yang digunakan oleh Kartini.

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar yang mengkaji surat-surat RA Kartini yang terkenal dengan judul "Door Duisternis Tot Licht".

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta perwakilan dari Asosiasi Museum Indonesia wilayah Jawa Tengah.

Puncak acara pada 12 Oktober akan diisi dengan lomba edukatif bertema budaya serta penutupan resmi acara.

“Kami juga mengundang pengelola museum dari wilayah Pakudjembara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, Blora) dan Grobogan untuk mengikuti seminar ini,” tutup Mutaqin. (noe/ali)

 

Editor : Abdul Rokhim
#rembang #ra kartini #dinas #gratis #museum