RADAR KUDUS, REMBANG - Pabrik Gula telah memutuskan menanamkan modalnya di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.
Tidak tanggung-tanggung, nilai investasinya mencalai Rp 1,7 triliun.
Kehadiran investaai di Desa Kemadu, Sulang ini juga diharapkan membawa angin segar bagi warga sekitar.
Sebab, dalam operasionalnya akan menggandeng petani sekitar.
Selain itu, kehadiran pabrik yang bernaung dalam PT Wadah Karya Rembang ini juga berpotensi menyerap tenaga kerja.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menilai kehadiran pabrik tebu di Rembang bisa menjadj harapan baru untuk kemajuan Kabupaten Rembang.
”Mendengar info ini, Kami langsung tancap gas. Apalagi investasi kurang lebih 120 ribu US dolar atau Rp 1,7 triliun,” ujarnya.
Ia yakin, keberadaan pabrik ini akan bisa menggairahkan para petani tebu.
Baik petani Rembang, maupun daerah sekitarnya seperti Pati dan Blora.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Rmebang itu menyanpaikan, pabrik tebu di Kecamatan Sulang itu dilengkapi teknologi ramah lingkungan, tanpa menggunakan batu bara.
"Ini sangat menggembirakan. Karena jangan sampai ada sebuah kegiatan produksi yang mengganggu lingkungan," katanya .
Disinggung soal potensi serapan tenaga kerja, Hafidz memorediksi akan mencapai ribuan.
"Serapan tenaga kerja cukup banyak. Bukan ratusan tapi ribuan," katanya.
Direktur Utama PT. Wadah Karya Rembang Kamanjaya berharap, dengan keberadaan pabrik di Rembang ke depan bisa mewujudkan pabrik unggul yang dikelola dengan baik, sehingga bisa memberikan kesejahteraan petani tebu.
”Petani Rembang sudah jagoan di dalam tebu. Tetapi saya lebih perhatian petani di Blora, saya tidak pungkiri. Karena banyak dari mereka harus mesti dibantu. Insya Allah pabrik tetap ada di Rembang, mari mulyo berbarengan,” ujarnya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma